Jumat, 03 April 2009

TEST KEMAMPUAN DASAR KELAS 3


Hari/ Tanggal : Sabtu, 4 April 2009, kami dari pihak sekolah mengundang para orang tua murid kelas 3 untuk bersosialisasi tentang TKD dengan materi sbb:
TES KEMAMPUAN DASAR (TKD
CALISTUNG
KELAS III TAHUN 2009
* Ketika murid sudah melampaui materi kelas III
semester 2, murid harus tuntas dalam penguasaan
Tiga Kemampuan Dasar (TKD) membaca,
menulis dan berhitung.
* Peran Guru kelas I,II,III sangat penting dalam
mengantarkan murid menguasai TKD yang masih dalam
tahap berfikir konkrit, sehingga manakala naik ke tingkat
di atasnya kelas IV yang sudah menginjak tingkat berfikir
abstrak akan mengalamai hambatan apabila TKD belum
dikuasai, sehingga prestasi murid tidak bisa maksimal.
* TKD Calistung kelas III SD ini tidak
menentukan naik tidaknya murid.

TUJUAN

1. Memberi umpan balik bagi guru kelas I,II,III
dalam mempersiapkan murid dan motivasi prestasi
di jenjang berikutnya.
2. Sebagai deteksi dini sekolah sejak tingkat berapa
sebenarnya kelemahan murid diketahui, sehingga
dapat memperbaiki dan memotivasi keseluruhan
program pembelajaran, agar prestasi dapat
ditingkatkan.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan

* Waktu :
Tes Kemampuan Dasar (TKD) Calistung di
laksanakan minggu ke IV bulan Mei 2009, secara
bersama, tanggal 26 dan 27 Mei 2009
* Tempat Pelaksanaan :
Sekolah Dasar masing-masing di wilayah kota
Surabaya
NO Hari / Tanggal Waktu Materi
1. Selasa, 26 Mei 2009 07.00 - 08.10 Membaca
08.30 – 09.40 Menulis
2. Rabu, 27 Mei 2009 07.00 – 08.10 Berhitung

Jumlah Soal
Membaca = 40 soal = 70 menit
Menulis = 40 soal = 70 menit
Berhitung = 30 soal = 70 menit

Bentuk Soal

1. Pilihan Ganda
2. Isian
3. Uraian Singkat

Selasa, 24 Maret 2009

BGJ EDUFAIR 09



Pengetahuan merupakan sumber cahaya yang mampu menerangi kehidupan setiap insan,sumber dari segala sumber pengetahuan ketika kita mampu menghadirkan dan memaknainya secara mendalam dalam sebuah proses pendidikan. Maka untuk mendidik agar peserta didik mampu memaknainya secara nyata perlu keterlibatan dalam sebuah even-even pendidikan. Berkaitan dengan itu SDK St Vincentius mengikuti Pameran Pendidikan yang diselenggarakan oleh TVRI di atrium BG Junction Shopping Mall di Jl Bubutan Surabaya mulai 7 - 22 Maret 2009. Dalam Pameran ini SDK St Vincentius memberi warna lain dengan mengangkat sebuah tema "Sekolahku peduli Lingkungan" Dengan kreasi dan apresiasi yang tertata rapi stand SDK St Vincentius sangat mendapat perhatian banyak pengunjung, termasuk ibu Bambang DH, istri dari Wali Kota Surabaya yang membuka pameran tersebut.Selain itu team paduan suara, drumband, tari, robot, karawitan SDK St Vincentius juga memeriahkan pameran pendidikan yang digelar selama 2 minggu tersebut. Dalam acara ini juga dilombakan cerdas, hebat, gemilang..Sungguh Luar biasa team dari SDK St Vincentius yang terdiri dari 8 siswa, dari seluruh peserta tingkat SD se Surabaya dibabat habis oleh team SDK St Vincentius,,,akhirnya menang sebagai juara ke 2 Tingkat Kota Surabaya. L U A R B I A S A sekolahku..ayo kita galang prestasi dan dedikasi dengan hati. Tuhan memberkati.

Studi Lapangan Guru dan Karyawan


Dalam era teknologi informasi seperti dewasa ini sangat mengharapkan para profesional dunia pendidikan untuk memiliki pengetahuan yang lebih , maka para pendidik dan tenaga kependidikan dituntut untuk membekali diri dengan wawasan – wawasan global agar tidak stagnasi dalam tugas pengabdiannya. Demikian juga Kepala Sekolah selaku administrator dan motivator yang bertanggungjawab dalam pengembangan sekolah, memiliki tugas dan tanggung jawab untuk dapat memberikan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan baru kepada person yang dilayani . Mengingat tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompleks dewasa ini perlu adanya upaya – upaya untuk memenuhi hal tersebut, upaya ini dapat melalui media – media yang ada, dengan mengikuti seminar, work shop, studi banding atau studi lapangan seperti yang kami ikuti ini.
Yayasan Santa Louisa yang notabene Perwakilan Surabaya jo Pamong Unit SDK St Vincentius Surabaya tanggap dan peduli dengan kebutuhan dan situasi seperti ini, sehingga kegiatan dapat berjalan sebagaimana harapan bersama.Tentunya kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja, tetapi hendaknya terus ditindaklanjuti dan dikembangkan dalam proses pelayanan selanjutnya.
Kegiatan Studi Lapangan Jakarta- Bandung yang kami selenggarakan 7 - 11 Maret tersebut mengacu pada :
1. Kalender Program Kegiatan Unit SDK St Vincentius Tahun 2009.
2. Keputusan Rapat kerja Dewan Guru dan Karyawan SDK St Vincentius
3. Kesepakatan –kesepakatan bersama demi membuka cakrawala pengetahuan luar.
4. Usulan – usulan berbagai pihak yang terkait.
Tujuan dari Kegiatan Studi Lapangan Jakarta- Bandung , adalah :
1. Menambah persaudaraan keluarga besar SDK St Vincentius Surabaya..
2. Menimba pengetahuan dari sumber luar.
3. Mencari hal – hal yang baru yang dapat dijadikan modal dalam pelayanan agar lebih baik.
4. Meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia dan profesionalisme

Jumat, 23 Januari 2009

BINA KEPRIBADIAN 2009

: PANGGILAN MANUSIA UNTUK TUMBUH BERSAMA ORANG LAIN

Materi 1 : Penyadaran bahwa Allah menciptakan manusia sempurna adanya.
Nilai : Tanggung jawab atas ;
1) Anugerah yang sudah diberikan Allah
2) Sarana yang sudah dinikmati selama ini
3) Bagaimana kita menggunakan anugerah dan sarana hidup yang sudah diberikan Allah

Proses Aktivitas: A. Pemberian Materi )
1. Bercermin kesempurnaan diri .
( masing-masing anak diberi cermin secara bergilir )
2. Menilai sifat-sifat baik teman yang ada di depannya .
( melingkar dengan menempelkan kertas di punggung
3. Perenungan : Taman Firdaus ( Kejadian 1 : 1-31 )

B Indahnya aku : Merefleksi diri apa yang dimiliki

Materi 2 : Penyadaran bahwa Allah menciptakan manusia untuk saling melengkapi

Nilai : Menyadari pentingnya sesama dalam kehidupan

Proses Aktifitas: A. Pemberian Materi
1. Permainan BINGO KEHIDUPAN
( tiap anak mendapat lembar bingo yang harus diisi hobi teman yang ada dengan saling bertanya )
B. Dongeng “ Tujuh Orang Gila “

C. Perenungan : 1 Yoh. 4: 16 )

Materi 3: Penyadaran manusia akan aneka tantangan yang membuat manusia jauh dengan sesama.

Nilai : 1) Bukan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan
2) Bertitik tolak pada hidup dan kebahagiaan orang lain
3)Hati – hati dalam menyikapi perubahan dan perkembangan
Jaman .
Proses Aktifitas: A. Permainan Pepatah
Tujuan :
1. Menciptakan suasana akrab
2. Pengembangan diri
3. Terlibat dalam kelompok

B. Perenungan : Lukas 14 : 12 -14 ; Mat 25 : 31-46

Materi 4: Penyadaran akan kualitas ( kebaikan ) dan kelemahan pada diri sendiri dan pada orang lain

Nilai: 1. Peka akan keadaan masyarakat
2. Kerukunan
3. Kebijaksanaan & Kerja sama

Proses Aktifitas: A. Permainan : Puzzle ( Bujur sangkar berantakan )
Tujuan : Nilai kerja sama dan kebijaksanaan dalam suasana persaudaraan

B. Penelusuran minat bakat

C. Pembuatan Niat

Kesimpulan Pembina: Dalam kebersamaan kita temukan bakat diri dan apa yang harus dikerjakan demi pencapaian cita- cita, membangun dunia yang beradab

Minggu, 11 Januari 2009

MEMBANGUN KOMUNIKASI KASIH



MEMBANGUN KOMUNIKASI KASIH
“….Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.”
(Fil. 2: 2-3)

KEBUTUHAN MANUSIA DICINTAI dan MENCINTAI
Karena itu Cinta Kasih dapat bertumbuh dengan baik kalau manusia membina PERSAHABATAN antar manusia. PERSAHABATAN dapat berjalan baik bila antara manusia dapat berKOMUNIKASI secara dewasa.
KOMUNIKASI merupakan SARANA yang tepat untuk menjalin persahabatan yang sejati. KOMUNIKASI adalah semua perilaku baik lewat kata-kata maupun tidak lewat kata-kata yang membawa PESAN dan diterima oleh orang lain . KOMUNIKASI adalah semua perilaku baik lewat kata-kata maupun tidak lewat kata-kata yang membawa PESAN dan diterima oleh orang lain
Tujuan KOMUNIKASI : membangun keakraban, persaudaraan. Keterbukaan, Kejujuran, kerendahan hati, saling mengampuni adalah faktor terpenting dalam berkomunikasi. Saling menghargai perbedaan-2 dan berani menerima perbedaan-2 dan bertanggung jawab atas perbedaan-perbedaan tersebut kunci sukses dalam berkomunikasi
Menyadari pentingnya membangun komunikasi kasih dalam prilaku kehidupan, maka sejak dini perlu kami tanamkan pada anak didik kami, di SDK St Vincentius Surabaya, dengan demikian mereka menyadari sebagai makluk sosial yang saling memberi KASIH. Dengan berbagai metode kami berikan, baik melalui kegiatan akademik maupun non akademik sebagai bekal mereka menuju kedewasaan yang bertanggung jawab. Semoga terjadilah.

Rabu, 15 Oktober 2008

PEDULI LINGKUNGAN



Seperti kita ketahui bersama bahwa dunia kita semakin tua, semakin banyak persoalan agar kita tetap bisa hidup dengan nyaman. Manusia dengan segala keegoisannya berpacu hanya demi kepentingan pribadi, segala macam cara dilakukannya agar bisa bertahan hidup.ya...ya...ya...duniaku juga duniamu....satu sisi yang kita cermati saat ini adalah apa yang disebut dunia makin panas...pemanasan gobal "
Global Warming / Pemanasan Global Adalah : peningkatan suhu rata-rata atmosfer di dekat permukaan bumi dan laut selama beberapa dekade terakhir dan proyeksi untuk beberapa waktu yang akan datang. Apa yang harus kita lakukan ?

Penggunaan tisue secara berlebihan dapat mengakibatkan global warming. Mengapa ? bahan dasar tisue adalah kayu, berarti sama saja dengan banyak menebang pohon sehingga menyebabkan global warming
Catatan ” Tisue Tidak dapat Didaur Ulang.
Pemakaian elektronik berlebihan sama dengan boros Energi sehingga menyebabkan global warming
Pemakaian plastik berlebihan dapat juga menyebabkan global warming karena bahan baku plastik adalah minyak bumi, boros plastik = boros minyak bumi.
Hati Hati dengan pemakaian lampu, Boros Lampu berarti sama dengan boros energi, penyebab global warming juga lho.
Pakailah barang asli produk sendiri . suka dengan barang impor dapat menyebabkan global warming juga karena barang tersebut diangkut dengan menggunakan BBM (Boros BBM sama dengan penyebab Global Warming)
Boros dalam AC merupakan Boros terhadap Energi = Penyebab Global Warming

Dari kenyataan ini kami " SDK St Vincentius Surabaya " mencoba langkah-langkah sederhana dalam Aksi Menyelamatkan Bumi, dengan mendaur ulang bahan plastik dengan cara dimasukkan dalam pembelajaran Kerajinan tangan dan Kesenian, dalam arti para siswa mengumpulkan bungkus-bungkus mie instan, produk sabun cuci, pelembut pakaian, dll yang dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu kerajinan tangan. Hasilnya cukup menarik dan indah...dan lebih dari itu para siswa dididik untuk memahami " mengapa terjadi pemanasan global dan bagaimana langkah untuk menyelamatkan bumi yang kita cintai ini...walau sederhana loh... anda ingin mencoba kerajinan tangan seperti ini..ayo bergabung dengan kami.
SELAMATKAN BUMI DENGAN CARA GREEN & CLEAN ...God Luck.

Selasa, 09 September 2008

HIDUP UNTUK BERBAGI



HIDUP UNTUK BERBAGI

Kehidupan dewasa ini sangatlah sulit, orang berjuang hanya untuk mencari sesuap nasi, penderitaan demi penderitaan terjadi akibat sikap manusia itu sendiri. Kurang adanya rasa syukur pada Sang Pencipta yang membuat ini semua terjadi, relasi personal sudah diabaikan, orang hanya mengadakan relasi kalau ada manfaat dalam pemenuhan diri...sungguh bukan kehendak-Nya...karena Dia menciptakan kita agar manusia hidup berdampingan bagai saudara, saling berbagi baik suka maupun duka.
Orang kecil makin tertindas, terhimpit dalam kerasnya jaman, terabaikan oleh tangan-tangan kasih...semua..semua hanya mementingkan kelestarian hidupnya sendiri...Menyadari itu semua , SDK StVincentius Surabaya rela berbagi dengan sesama yang membutuhkan dalam skala yang sederhana, anak didiknya dilatih untuk dapat mandiri dan berbagi dengan sesama temannya, gerakan kasih diadakan di sekolah ini, “ PUTERA PUTERI VINCENTIUS “, guru, karyawan, kepala sekolah dan pamong unitnya terlibat langsung dalam gerakan ini....
Ini semua sebagai bekal anak didik dikemudian hari agar mereka tanggap dan peduli terhadap orang kecil, lemah, dan miskin, sebagaimana yang telah diteladankan pelindung gerakan ini, Santo Vincentius A Paulo. Anak didik tidak semata-mata mencari kepandaian intelektual saja, namun hati juga harus “diolah” dengan berbagai cara-cara yang praktis sesuai dengan perkembangan jiwa anak SD.
Banyak kegiatan yang dilakukan, mis: bakti sosial, sembako murah, kunjungan, tambah gizi bagi yang membutuhkan, dll...ini semua agar anak didik mengerti dan tidak menuntut harus ada pada orang tua mereka...Semoga terjadilah.