Jumat, 13 Mei 2011

REFLEKSI PASKAH 2011


Jumat. 15 April 2011


Jadikan Aku Pembawa Damai


1. Pengantar
. Kecenderungan yang telah mewabah, kebanyakan orang pada zaman sekarang ini mau serba enaknya saja meninggalkan proses untuk mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya. Seakan hidup tidak perlu lagi perjuangan. Pepatah lama yang berbunyi berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian sebatas syair pemanis irama lagu daripada makna yang sebenarnya. toh segalanya dapat diperoleh,
Bagaimana pendampingan kita dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, adakah cara instan ?
Jawabannya adalah Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) karena sukses dan tidaknya amat ditentukan oleh “paradigma” atau pola pikir yang melekat atau dihidupi oleh para pendidik. “Pedagogi” mencakup cara para guru atau fasilitator mendampingi para siswa selama bertumbuh dan berproses. Sedangkan “ref¬lek¬si” adalah metode inter¬nalisasi nilai yang dianggap paling efektif. Pendidikan bukan lagi diarahkan hanya untuk menciptakan teknokrat-teknokrat dengan keahlian tinggi, tetapi untuk menciptakan manusia –manusia yang berpihak untuk menperjuangkan keadilan di dalam dunia.. sepakat ?

2. Lagu Pembukaan : -

3. Doa Pembukaan :
Allah Yang Maha Kasih, Engkau telah menganugerahkan Roh KudusMu ke dalam hati kami yang menggerakkan kami untuk melakukan kasih pada sesama, namun kami sadar akan kelemahan dan keterbatasan kami. Doronglah kami untuk memberi keselamatan bagi banyak orang agar kami memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Tuhan jadikan kami manusia yang penuh syukur dalam banyak perkara dan persoalan hidup sebagai pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah ini. Demi Kristus dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin

4. Tuhan mempunyai rencana besar untuk hidup anda !
Kita adalah ciptaan Tuhan, sesuai dengan rupaNya, untuk suatu tujuan. Seperti Tuhan memanggil Nabi Yesaya (Yesaya 49:1), Yeremia (Yeremia 1:5) dan Paulus (Galatia 1:15) untuk suatu tujuan khusus, Ia pun mempunyai rencana khusus dalam hidupmu.
"Sebab aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)
Alkitab mengatakan bahwa kehendak Allah adalah "baik, berkenan dan sempurna." (Roma 12:2)

5. Contemplatio : Rencana apa yang diberikan Tuhan kepada kita ?


6. Oratio : Doa mohon rahmat untuk berbelas kasih terhadap sesama.
Setiap kali paru-paruku bernafas, setiap kali jantungku berdetak, setiap kali darahku berdenyut dalam tubuhku, sekian ribu kali ingin kumuliakan kerahimanMu, Tritunggal yang mahakudus. Aku ingin seluruh diriku berubah menjadi kerahiman hatiMu serta cermin diriMu sendiri, ya Tuhan. Semoga sifat Allah yang paling utama itu, yakni kerahimanNya tak terselami, menembus jiwaku menuju sesama-sesamaku. Bantulah aku ya Tuhan, agar mataku penuh belas kasihan, supaya aku tidak pernah curiga dan tidak menilai seorangpun menurut tampang lahiriahnya, tetapi memandang indah dalam jiwa sesama, dan siap menolongnya.
Bantulah aku, agar pendengaranku penuh belas kasihan, supaya aku siap melayani kebutuhan sesamaku, supaya telingaku tidak acuh tak acuh terhadap derita dan keluh kesah sesama.
Bantulah aku ya Tuhan, agar lidahku penuh belas kasihan, supaya aku tak pernah bicara buruk tentang sesamaku, tetapi siap mengucapkan kata penghiburan dan maaf kepada setiap sesamaku.
Bantulah aku ya Tuhan, agar tanganku penuh belas kasihan dan perbuatan baik, supaya aku mampu berbuat yang baik saja kepada sesamaku, dan mampu menerima pekerjaan yang lebih berat dan meletihkan.
Bantulah aku, agar kakiku penuh belas kasihan, supaya aku bergegas menolong sesame, sambil menguasai keletihan dan kelelahanku sendiri, istirahatku sejati ada dalam pelayanan terhadap sesamaku.
Bantulah aku ya Tuhan, agar hatiku berbelas kasih, supaya aku peka terhadap segala derita sesamaku dan tidak pernah menolak berbagi kasih dengan siapapun. Dengan jujur aku akan bergaul, juga dengan mereka yang malah mamanfaatkan kebaikanku. Aku sendiri akan berlindung dalam Hati Yesus Yang Maharahim dan akan bungkam mengenai deritaku sendiri. Biarlah kerahimanMu beristirahat dalam diriku ya Tuhanku.
Engkau sendiri menyuruh aku melatih tiga tingkatan belas kasihan, pertama-tama: pertbuatan belas kasihan, apapun jenisnya. Kedua: ucapan belas kasihan, yaitu belas kasihan kata, bila aku tak dapat mewujudkannya dalam perbuatan, dan ketiga: doa, bila aku tak dapat menunjukkan belas kasihan dengan perbuatan maupun dengan kata, aku selalu dapat menunjukkannya dengan doa. Doa malahan akan kuluaskan ke tempat-tempat yang tidak dapat kujangkau secara fisik.
Ya Yesusku, ubahlah diriku menjadi diriMu, sebab Engkau dapat berbuat segala-galanya
7. Missio : Bersyukur dan menyerahkan segala perkara dalam tangan Tuhan .

8. Lagu Penutup : -


Kristus Jaya, Kristus Mulya, Kristus..Kristus Tuhan kita,
Mari kita rayakan Hari Raya Paskah dengan sukacita..Alleluya....



Good luck

Rabu, 30 Maret 2011

PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKSI ( PPR )


PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK (PAK) DALAM EKSPLORASI, ELABORASI DAN KONFIRMASI

A. MENGEMBANGKAN PAK DALAM EKSPLORASI, ELABORASI DAN KONFIRMASI
Kita bersama menyadari, bahwa Pendidikan Agama Katolik tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan proses pembelajaran di sekolah dan terutama kelas. Untuk itu, sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh siswa dalam setiap kegiatan inti, termasuk untuk Pendidikan Agam,a Katolik. Harapannya dalam setiap kegiatan inti, guru melakukan proses pembelajarannya secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Dalam kegiatan eksplorasi, guru diharapkan melibatkan siswa mencari dan menghimpun segala informasi atau pengetahuan dan menggunakan berbagai media untuk memperkaya pengalaman. Begitu juga, guru diharapkan mengelola segala informasi yang didapat, memfasilitasinya sehingga siswa mampu berinteraksi, aktif dan mendorong siswa mengamati berbagai gejala, menangkap tanda-tanda, membedakannya, mengamati objek di lapangan dan lain sebagainya.
Sedangkan dalam kegiatan elaborasi, guru diharapkan mendorong siswa membaca dan menuliskan hasil dari eksplorasi, mendiskusikan, mendengar pendapat, mendalaminya, menganalisis, membangun kesepakatan melalui kegiatan yang kooperatif dan kolaboratif. Dalam kegiatan ini, diharapkan guru dapat membiasakan siswa membaca dan menulis, menguji prediksi atau hipotesis, menyimpulkan bersama, dan menyusun laporan atau tulisan untuk menyajikan hasil belajarnya.
Sebagai muaranya, guru diharapkan melakukan kegiatan konfirmasi. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pengalaman belajar siswa dengan memberikan apresiasi terhadap kekuatan dan kelemahan hasil belajar dengan menggunakan teori yang guru kuasi. Disamping itu, guru diharapkan menambah informasi yang seharusnya siswa kuasai, mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan lebih lanjut dari sumber yang terpercaya untuk lebih menguatkan penguasaan kompetensi belajar agar lebih bermakna. Dan, setelah memperoleh motivasi dan hasil dari pengalaman belajarnya, siswa diajak mengerjakan tugas-tugas untuk mengasilkan produk belajar yang kongkrit dan kontekstual. Guru membantu siswa menyelesikan masalah dan menerapkan ilmu dalam aktivitas yang nyata untuk kehidupan sehari-hari.
Setiap proses pembelajaran membutuhkan metodologi yang utuh dan konstruktif, tak terkeculai juga dengan proses Pendidikan Agama Katolik (PAK). Tentu saja, tujuannya agar siswa mampu secara kognitif, afektif dan psikomotorik membina pengetahuan imannya. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam pengembangan proses tersebut, yaitu:
Pertama, PAK membutuhkan daya eksploratif untuk menggali pengalaman kehidupan, situasi dan kontekstualitas siswa. Eksplorasi atas berbagai pengalaman dan situasi kehidupan akan memampukkan PAK menjadi lebih mengena, dinamis dan kreatif. Ada banyak kegiatan eksplorasi yang bisa dikembangkan dalam PAK, antara lain dengan menggali pengalaman aktual, situasional, dan kontekstual. Kegiatan eksplorasi pun dapat mempergunakan berbagai tehnik, media dan sarana, dari audio, permainan (kinestetik), multimedia hingga lingkungan luas untuk belajar.
Kedua, dalam PAK diperlukan proses pendalaman atau internalisasi. Proses ini harus menjadi sinergi antara pengalaman hidup, situasi sosial baik subyektif maupun obyektif dengan bingkai terang imani. Pendalaman bahan dan materi tentu di dalam PAK berbeda dengan pendalaman materi pada ilmu-ilmu lainnya. Dalam PAK dibutuhkan gerak yang berbeda, bukan sekedar isi, melainkan nilai apa yang bisa dipetik. Maka dalam PAK, proses pendalaman dikembangkan dengan kegiatan refleksi (Paradigma Pendidikan Refleksi). Melalui refleksi, harapannya siswa mampu mengkomunikasikan segala pengalaman atau kisah hidup yang ditemukan dengan visi nilai kemanusiaan dan iman sehingga terjadi proses interpretasi yang bersifat dialektis antara pengalaman itu dengan nilai-nilai yang ingin diinternalisasi. Melalui interpretasi yang dialektis ini diharapkan terjadi peneguhan, pembaruan dan transformasi hidup siswa.
Ketiga, muara dari PAK adalah perubahan sikap hidup, yang sering disebut dengan penerapan. Pada PAK, penerapan tentu bukan penerapan hasil konsep yang harus dipraktekkan secara langsung untuk memecahkan masalah. PAK lebih melihat pada perubahan sikap dan proses internalisasinya. Maka, dalam PAK yang dihasilkan pertama-tama bukan hasil teori yang dipraktekkan melainkan sikap apa yang akan dikembangkan dan dilaksanakan dalam hidup siswa.
B. KOMPONEN-KOMPONEN EKSPLORASI, ELABORASI DAN KONFIRMASI DALAM PAK
Prinsip dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi pada intinya berbasis konstruktivisme. Artinya, siswa aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada untuk menemukan sesuatu yang perlu dikembangkan. Dalam konteks pembelajaran, siswa diajak membina sendiri pengetahuan mereka. Siswa diberi kesempatan untuk mengasimilasi informasi dengan cara mengeksplorasi lingkungan, mengakomodasi informasi dengan cara mengembangkan konsep, mengorganisasikan informasi dan menghubungkan konsep-konsep baru dengan menggunakan atau memperluas konsep yang dimiliki untuk menjelaskan suatu fenomena yang berbeda.
Untuk itu ada berbagai macam hal yang dapat diolah dalam PAK untuk mengembangkan segi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Pada intinya, ada beberapa komponen yang dapat membantu kita mengolah PAK agar sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut, yaitu meliputi:
Apa yang mau dipelajari: dibaca, dilihat, dieksplorasi, diamati, diceritakan dll (Eksplorasi) : 1. Melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan mendalam berkaitan tentang suatu topik/tema tertentu.
2. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antarsiswa serta antara siswa dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4. Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
5. Memfasilitasi siswa melakukan studi lapangan dan kajian lain yang lebih luas.
Beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu:
• Membaca artikel
• Berdiskusi tentang topik tertentu
• Mengamati alam sekitar
• Mengamati gambar
• Menonton film
• Mengamati 2 perbandingan (yang salah dan yang benar)
• Mencoba melakukan kegiatan tertentu
• Membaca kasus (bedah kasus) dari suatu artikel
• Melakukan wawancara dengan (menggali informasi) kepada tokoh atau orang-orang tertentu
• Observasi terhadap lingkungan sosial masyarakat
• Bernyanyi (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
• Bermain dinamika kelompok (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
Apa yang mau diperdalam, dengan pola apa pendalaman yang dilakukan (Elaborasi) : 1. Penugasan terhadap siswa untuk membaca dan menuliskan serta memfasilitasi untuk diskusi dan memuncul¬kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
2. Memberi kesempatan untuk berpikir, menga¬nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak
3. Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
4. Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
5. Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
6. Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
7. Memfasilitasi siswa melakukan pameran, festival, serta karya yang dihasilkan
8. Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per¬caya diri siswa.
Beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu:
• Diskusi/ mandiri
• Mengidentifikasi ciri
• Menemukan konsep
• Melakukan generalisasi
• Mencari bagian-bagian
• Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan
• Memasukkan dalam kelompok yang mana (memilah-milah)
• Membandingkan dengan dunia nyata atau pengetahuan yang telah dimiliki (analisis)
• Menganalisis mengapa terjadi beginiatas fenomena yang diamati.
• Meramalkan apa yang akan terjadi dari fakta-fakta yang ada
• Mengidentifikasi mana yang berbeda/sama dengan model bandingkan/kriteria dan mana yang lebih baik
• Mengidentifikasi apa yang salah/benar, mengapa salah/benar
• Mengurutkan
• Mengelompokkan
• Mengkombinasikan
• Menyusun mana yang berhubungan dan mana yang tidak
• Menguhung-hubungkan (mencari model hubungan)
Apa yang mau diterapkan, ditindaklanjuti dan dinyatakan (Konfirmasi) : 1. Memberikan umpan balik positif atau penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa,
2. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo¬rasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber,
3. Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4. Memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar;
5. Membantu siswa dan menjadi fasilita¬tor dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan
6. Membantu menyelesaikan masalah dalam proses pembelajaran
7. Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
8. Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
Beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu:
• Penyimpulan
• Memberikan balikan apa yang dikerjakan siswa
• Penjelasan mengapa salah
• Penjelasan mana yang benar dan yang salah
• Meluruskan yang salah
• Menegaskan yang benar
• Melanjutkan/ menambahkan yang kurang
• Mengangkat kasus yang salah dan yang benar - menjelaskan mengapa salah/benar
• Menyimpulkan konsep, kriteria , prinsip, cara mencapai yang lebih baik, contoh dan bukan contoh
• Memperluas contoh yang benar dan yang salah
• Menjelaskan bagaimana seharusnya
• Membuat rubrik
Disamping beberapa hal diatas, yang perlu disadari bahwa prinsip dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi mengingatkan kita pada dasar atau komponen utama dalam PAK yang pernah dimunculkan dalam beberapa pokok pemikiran, yaitu:
Lokakarya PAK Malino pada tahun 1981 : PAK tidak berhenti pada pengetahuan saja, tetapi pengetahuan yang didayagunakan untuk membangun hidup dengan sebuah pergulatan iman. Model pembelajaran pergumulan atau pergulatan pemahaman iman ini, siswa diajak sampai menggumuli pemahaman imannya. Artinya, siswa diajak sampai mengetahui, mengerti atau memahami, membandingkan atau mengkonfrontasi segala pengalaman agar sampai kepada makna pribadi dan mampu mengintegrasikannya dalam hidupnya. Agar proses ini dapat berlangsung sebagaimana mestinya, guru hendaknya memberikan suasana belajar mengajar yang ramah, terbuka, dialogis dan menyenangkan.
Paradigma Pendidikan Refleksi (PPR) : Dalam Model pembelajaran refleksi ini (PPR) mensyaratkan tiga unsur utama dalam proses pembelajarannya, yaitu pengalaman, refleksi, dan aksi. Tiga unsur itu merupakan satu kesatuan proses yang tak terpisahkan. Pertama, dalam Model pembelajaran refleksi, ada unsur menggali pengalaman. Pengalaman merupakan kegiatan yang memuat penyerapan kognitif dan unsur afektif atas bahan yang dipelajar dan atas apa yang dihayati, dengan cara menanyakan, membayangkan, dan menaggapinya. Pengalaman ini dapat berupa pengalaman yang dimaksudkan adalah segala pengalaman, baik langsung maupun tidak langsung, baik faktual maupun aktual, baik yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Kedua, adalah unsur refleksi. Refleksi merupakan kegiatan mendalami atau melihat lebih mendalam, dengan penuh kesadaran, atas berbagai kegiatan dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan berorientasi untuk menemukan makna lebih terhadap nilai, kesadaran, semangat, dan sikap baru. Tujuan refleksi adalah membentuk sikap untuk mengubah pola berpikir, pola bersikap, pola bertindak siswa. Ketiga adalah aksi. Aksi merupakan perwujudan dan gerakan atau dorongan batin yang tumbuh sebagai buah dari proses refleksi, baik berupa aksi batiniah maupun aksi lahiriah, sebagai wujud pertobatan atau pembaruan diri siswa.
Pada intinya, prinsip dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi dapat dikembangkan dalam PAK secara praktis dengan komponen sebagi berikut:
Segi Bahan yang dikembangkan
Apa yang DI-EKSPLORASI Kegiatan Pendalaman Merupakan pokok-pokok penjabaran kegiatan dari mengamati, membandingkan, mengelompokkan, menginterpretasikan dan lain sebagainya. Pada intinya kegiatan yang mengajak siswa berperan serta secara aktif dari segi kinestetik (gerak) hingga kognitif dan afeksinya untuk memasuki pendalaman sebuah materi.
Apa yang DIDALAMI Kutipan Kitab Suci.Kutipan dari kitab suci, baik ajaran, atau kisah, yang pada intinya merangkum sebuah gagasan teologis yang mau dipahami siswa
Inti Materi merupakan pokok-pokok atau point-point dari materi yang mau didalami oleh siswa
Refleksi merupakan rumusan pertanyaan-pertanyaan dan gagasan yang pada intinya menghubungkan pengalaman dengan pokok-pokok iman atau nilai-nilai yang mau dikembangkan siswa
Tugas Rumah merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan siswa untuk semakin memperluas apa yang mau dipelajari dengan lingkungan sekitarnya dari keluarga dan masyarakat
Apa yang DITERAPKAN aksi merupakan bentuk aktivitas konkret siswa yang berdampak evaluatif-transformatif berdasarkan apa yang telah dipelajari
Dengan demikian adanya perubahan sikap yang diharapkan setelah proses pembelajaran berakhir...( hasil pertemuan PPR di Pohsarang Oleh Rm. Agustinus Sarwanto, S.J beserta tim Kanisius )

Selasa, 15 Maret 2011

The Lord Is My Shepherd


The Lord Is My Shepherd, and I want to Follow
Wher e ver He leads me, wher e ver He goes…

Over the mountains, the waters and by ways,
valleys and high ways..Hes waiting for me

I want to go to meet Him, there to lay my self down …in His Love…
The Lord is my shepherd and I want to follow whe ever He leads me,
wher ever He goes

And whole on the jorney, to where we are going
He promised to be there, to help us along..

Over the mountains, well walk on together, to know all the wonders
Hes given to me

I want to go.. to meet Him, there to lay my self down …in His Love…
The Lord is my shepherd and I want to follow whe ever He leads me,
wher ever He goes

Rabu, 23 Februari 2011

LOMBA MEWARNAI


WARNAILAH GAMBAR INI , KIRIMKAN KE SDK ST VINCENTIUS , JALAN TIDAR 113 SURABAYA...NANTI AKAN MENDAPAT SESUATU YANG BERGUNA BAGI KAMU...JANGAN LUPA...TULIS NAMA, ALAMAT, DAN TK MU YA...SELAMAT

Sabtu, 12 Februari 2011

PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA KELAS VI , 9 - 12 FEB 2011


Thema : Tanggung jawab terhadap diri sendiri dan sesama (FILL THE WORLD WITH YOUR LOVE )

Materi 1: Pengembangan nilai tanggung jawab yang sudah ada/
anugerah / bakat / talenta

Nilai : Tanggung jawab atas ;
1) Anugerah yang sudah diberikan Allah
2) Sarana yang sudah dinikmati selama ini
3) Bagaimana kita menggunakan anugerah dan sarana hidup yang sudah diberikan Allah

Proses Aktivitas: Pemberian Materi
1. Presentasi : Who Am I
> Penyadaran anugerah Tuhan melalui identitas dan sifat diri
> Permainan Balon
2. Perenungan : Taman Firdaus ( Kej 1 : 1-31 )

Materi 2 : Pentingnya sebuah relasi untuk menempuh cita- cita

Nilai : Tanggung jawab sebagai makluk sosial

Proses Aktifitas : Pemberian Materi
Presensi : Aku dan Sesamaku
> Permainan sedotan

Materi 3 : Penyadaran akan nilai disiplin diri dan semangat belajar

Nilai : Nilai disiplin dan semangat belajar

Proses Aktifitas : Pemberian Materi
1. Presensi : Disiplin dan semangat belajar
> Permainan hulahop

2. Perenungan : Godaan dan Dosa ( Kej 3: 1- 24 )
Godaan Konkrit : Presentasi NARKOBA, ROKOK,
PERGAULAN BEBAS

Materi 4 : Penyadaran akan tenggang rasa atas diri orang lain dan
kepekaan atas kebutuhan orang lain

Nilai Universal : Bukan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan
Bertitik tolak pada hidup dan kebahagiaan orang lain


Nilai khusus : 1. Peka akan keadaan masyarakat
2. Kerukunan
3. Kebijaksanaan & Kerja sama

Proses Aktifitas: 1. Permainan : Puzzle ( Bujur sangkar berantakan )
Tujuan : Nilai kerja sama dan kebijaksanaan dalam suasana persaudaraan
2. Perenungan : Mat 25 : 31-46
3. Pembuatan Niat

Kesimpulan : Dalam kebersamaan kita temukan bakat diri dan apa yang harus dikerjakan demi pencapaian cita- cita, membangun dunia yang beradab

BAGAIMANA HUBUNGAN IDEAL ANAK
DAN ORANG TUA MENURUTKU ?
 Sebagai anak, apa harapan anak pada orang tua ?
 Sebagai orang tua, apa harapan orang tua pada anak ?

Harapan anak pada orang tua Harapan orang tua pada anak
MARI BELAJAR MELIHAT POSISI ANAK DAN ORANG TUA

Posisi :ORTU
Mengasuh, mendidik, mengarahkan
Efek dari posisi :
Memberi perhatian dan cinta bisa berupa : sentuhan, pengarahan, teguran, larangan, dsb - Perhatian kadang dianggap berlebihan
- Pengarahan, teguran dianggap pembatasan kebebasan
- Potensi pertengkaran Efek dari posisi :
Mengalami lebih dahulu Pengalaman kurang tapi senang mencoba
Ukuran yang dipakai tempo dulu - Beda cara memandang masalah

Posisi :ANAK
Pertumbuhan, secara fisik, emosional, spiritual
Ingin mandiri, mencari pengalaman baru
Potensi pertengkaran Sering menggunakan ukuran berdasar apa yang dipikirkan, dirasakan saat ini
MARI BELAJAR LEWAT GAME
CERMIN PERSEPSI dan SHARING ORANG TUA
Pelajaran apa yang bisa aku dapatkan dari permainan ini ?
Orang tua yang BAIK selalu mengharapkan KEBAIKAN untuk anaknya
Orang tua yang TIDAK BAIK pun tetap mengharapkan KEBAIKAN untuk anaknya
Hanya cara mereka yang sering sulit kita PAHAMI

Belajar dari Sirakh 3 : 1-16
1.Ayat mana yang menarik perhatianku ? Ia menitipkan pesan apa padaku ?

2.Niat apa yang ingin aku bangun untuk semakin memperbaiki hubunganku dengan orang tuaku ?

“… KEMULIAAN SESEORANG TERLETAK DALAM MENGHORMATI BAPANYA DAN MALU ANAK ADALAH IBU TERNISTA “ Sirakh 3 : 11

Sabtu, 25 Desember 2010

POWER POINT IBU ANITA LIE


ANAK

Anak bukanlah milikmu.
Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri.
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau.
Mereka ada padamu, tetapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tetapi jangan sodorkan pikiranmu.
Sebab pada mereka, ada alam pikiran tersendiri.
Engkau patut memberikan untuk raganya, tetapi tidak untuk jiwanya.
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan yang tidak dapat kau
kunjungi sekalipun dalam mimpi.
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka namun jangan membuat mereka
menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, juga tidak tenggelam di
masa lampau.
Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya hingga anak panah itu melesat, jauh
serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan Sang Pemanah.
Sebab Ia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana pula
dikasihiNya busur yang mantap.

Kahlil Gibran
“Keluarga adalah lingkungan belajar yang paling penting bagi anak dan orang tua adalah guru yang pertama dan paling berpengaruh bagi anak”.

(Felicia Law)
Psychosexual dev’t (Freud)
• Oral (0-1.5)
• Anal (1.5-3)
• Phallic (3-6)
• Latency (6-puberty)
• Genital (puberty up)
Cognitive (J. Piaget):
• Sensorimotor (0-2)
• Preoperasional (2-6)
• Operasional
– Concrete Operasional (6-12)
– Formal Operasional (12 up)
Tahapan Psikososial (Erikson)
• Kepercayaan vs ketidak-percayaan (0-1 tahun)
• Otonomi vs malu/ragu-ragu (1-3 tahun)
• Initiatif vs rasa bersalah (3-5 tahun)
• Rajin vs minder (6 tahun – puber)
• Identitas vs kekacauan identitas (10-12 tahun)
• Keakraban vs isolasi (20-30 tahun)
• Pencapaian vs kemandegan (40-50 tahun)
• Integritas vs keputusasaan (60 tahun --)
Tantangan Hidup Anak:
• Kompetisi yang tidak manusiawi
• Keterasingan manusia
• Kemerosotan moral dan etika
• Perubahan nilai-nilai
Jebakan Kehidupan
• Narkoba
• Pornografi
• Seks bebas
Pola Pengasuhan Orang Tua:
• Lepas dan tidak peduli
• Bebas dan permisif
• Otoriter
• Otoritatif
Komunikasi Orang Tua-Anak:
• Mendengarkan
• Memahami
. Menerima
Prof. Dr. Anita Lie
Sentra Foreign Languages
Jl. Klampis Jaya 102-120, 2nd Floor
Surabaya
P: (031) 5927863/67
anitalie2003@gmail.com

Rabu, 22 Desember 2010

SEMINAR PENDIDIKAN DI SEKOLAHKU, Pada Hari Ibu 22 Des 2010



BENANG MERAH..SEMINAR PENDIDIKAN OLEH PROF.DR. ANITA LIE
“ Peran Serta Orangtua dalam Mendampingi Pendidikan Anak” 22/12/2010

Pengalaman masa lalu sangat berarti, apa yang menjadi pikiran anak, kita tidak terlalu memahami. Peran orang tua itu sangat penting, pendidikan pertama dan utama adalah keluarga, bukan di sekolah, sekolah membantu orang tua dalam proses akademik maupun non akademik, dengan demikian prilaku orang tua menjadi panutan anak, orang tua sebagai ” modeling “ sebagai contoh : orang tua mengharapkan anak jujur, kita sebagai orang tua juga harus jujur…baik buruknya prilaku anak juga proses ayah dan ibu, bukan saling menyalahkan ayah atau ibu. Manifest anak yang stress…bisa mencari perhatian yang macem macem…bagaimana perkembangan kejiwaan anak sesuai katagori umur….bagaimana kekurangan kita tidak diceritakan pada anak yang masih usia dini,,contoh pertengkaran dengan pasangan anak tidak harus tahu.
Kita hendaknya tidak terlalu sering mengatakan jangan/no..tapi kita juga harus memahami kebutuhan anak Biasanya anak yang usia SD seperti putra-putri kita sekarang…biasanya seorang ibu selalu over, dan jangan sampai mengambil alih tugas anak..mis: yang kerjakan KTK mamanya, PR mamanya, sehingga menjadi hasil kerja mama.. apalagi kalau anak dapat nilai jelek. Anak harus dilatih untuk menentukan pilihannya sejak kecil.. diberi tanggungjawab sejak dini , baik masalah uang jajan atau yang lainnya.
Bicara masalah teknologi juga dapat mempengaruhi relasi keluarga..jadi bagaimana pengetrapannya harus selalu diingatkan pada anak Pola pengasuh orang tua yang baik bukan bebas sebebas-bebasnya atau otoriter..yang tepat otoritatif,,ada ketegasan yang diwarna dialog yang enak.

Kesulitan apa yang terjadi dalam diri kita sebagai orang tua ?
Kita kadang sulit memahami anak, bagaimana kemauan anak…kita harus ingat ketika kita masih jadi anak anak.,,
Ada pertanyaan dari kita..Mengapa anak ini kok sering marah dan kasar..oh ternyata kalau kita refleksi oh..ya karena kita juga melakukannya….orang tua jadi patrun..bagaimana sikap, perkataan kita akan ditiru oleh anak..jadi waspadalah…anak sekarang sangat kritis.
Keterampilan anak bukan dari ilmu tapi dari bagaimana prilaku orang tua
Tahapan anak tidak serta merta sukses tapi berproses sesuai dengan umurnya, mulai dari bayi, balita, anak sampai remaja maupun dewasa, harus punya model..dan model itu pada diri kita,
keluarga…”kacang nggak ninggal lanjaran “..Bila bersalah kita berani minta maaf..ini juga sebagai pembelajaran bagi anak.
Kebutuhan personal sangat diperlukan anak..bukan hanya diberi materi saja..beres…kebahagiaan anak bukan karena dibelikan hp baru, sepatu, baju baru…tapi bukan terlalu over sehingga segala pekerjaan anak dikerjakan orang tua/ibu…PR, KTK, atau pekerjaan sekolah lainnya.
Gaya hidup saat ini, harus benar-benar dimengertikan pada anak..sehingga anak bisa memilih dan memilah mana yang penting…Bagaimana mengatur uang saku anak….??
demikian juga dengan anak kita..jangan sampai dia bersaing yang tak selaras dengan kehidupan keluarga…besar pasak daripada paku bumi..
Semua itu harus diperjuangkan…dan diyakinkan sejak dini sehingga anak kita menjadi anak yang cerdas dan berbudi…jargon SDV
Teknologi itu bagus kalau digunakan sebagaimana mestinya, tapi kalau disalahgunakan dan tidak tepat maka akan mempengaruhi relasi keluarga..
Kita harus mau mendengarkan bukan hanya mendengar saja, memahami dan mau menerima…pribadi anak…..Selamat Berjuang demi masa depan anak bangsa…anak kita juga..GBU