Kamis, 16 Mei 2013
Kamis, 09 Mei 2013
4 JANJI VINCENTIAN
4 janji vinsensian
Kestabilan
,kesederhanaan, hidup selibat,komitmen
·
Pembabtisan Yesus oleh Yohanes
Pembabtis, merupakan pemenuhan janji Allah dan salah satu misi Yesus sebelum
meninggal
Kata- kata Santo Vinsensius
·
Tidak ada jalan yang lebih baik untuk
mencapai kebahagiaan yang abadi selain hidup dan mati untuk melayani orang
miskin dengan tangan terbuka dan memberikan diri kita sepenuhnya dengan
mengikuti ajaran Yesus Kristus
·
Konstan seperti aliran sungai,
biarlah kita tetap stabil dalam melayani orang miskin
·
Kesederhanaan dalam nama Yesus
Kristus
·
Bergerak kemana mana tanpa apapun
selain cinta, Dia hidup dalam kemiskinan tapi kaya dalam memberi pengampunan
·
Kata-kata Santo Vinsensius, dalam
nama Tuhan , mari kita lebih memikirkan tentang bagaimana memperluas Kerajaan
Allah dari pada jabatan kita di dunia. Jika kita memperhatikan Dia secara adil,
Dia akan memperhatikan kita juga
·
Seperti anak yang menggenggam tangan
ayahnya, janji kesederhanaan akan menuntut kita kepada kebaikan kebaikan Tuhan
·
Hidup selibat dalam nama Yesus
·
Dalam wujudnya Allah menunjukkan
kemurnian dalam diriNya
·
Hubungan dengan sesama sunggu sangat
dalam dan juga sangat murni
·
Kata- kata Vinsensius, Allah telah
membangkitkan dunia kecil ini, seperti yang lainnyadan cintanya sebuah
pengalaman yang indah. Semua mencintai Allah tapi dengan cara yang berbeda-beda
. Tetapi kita saudaraku, jika kita memiliki rasa cinta ini maka kita berani
untuk menunjukkan dengan menuntun sesama untuk mencitai Allah dan sesama
manusia, karena kita telah dipilih Allah sebagai perantara kasihNya
·
Seperti bunga yang indah yang mekar
dan layu untuk mengahasilkan bibit kehidupan yang baru. Semoga janji hidup
selibat bisa lebih menghidupkan rasa kemanusiaan
·
Komitmen dalam nama Yesus, Dia telah
berkomitmen dalam hidupNya yang tersembunyi hanya untuk menghadapi rasa sakit
dan derita untuk menyelamatkan manusia
·
Kata-kata Vinsensius, aku adalah anak
dari sebuah komitmen
·
Seperti tangan yang terbentang,
terbuka untuk menerima dan merangkul. Semoga janji untuk berkomitmen menuntun
kita kebebasan yang mutlak
·
Janji- janji untuk membuat kita,
selalu ada, benar benar hidup, manusia yang utuh, bebas mutlak.
Kamis, 21 Maret 2013
AYO ANAK ANAKKU DATANG PADA YESUS
YESUS MEMANGGIL ANAK- ANAK DAN MENCARI
SAHABAT- SAHABATNYA
Teladan Tuhan Yesus di
dalam manghadapi anak-anak
1. Mat 18:2 Tuhan Yesus memanggil seorang
anak kecil, Tuhan Yesus bersikap pro aktif dan mengenal nama anak secara
pribadi
2. Mat 19:13 Tuhan Yesus menumpangkan
tangan dan memberkati anak-anak
3. Mat 19:13 Tuhan Yesus mendoakan anak-anak
4. Mrk 10:16 Tuhan Yesus memeluk anak-anak
itu, Ia memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan kelembutan
5. Maz 27:10 Tuhan Yesus
menggantikan posisi ayah dan ibu bagi anak-anak yang ditinggalkan ayah dan
ibunya
Meneladani Yesus dalam mangajar anak-anak
yaitu dengan menggembalakan anak pribadi lepas pribadi, menumpangkan tangan dan
memberkati, memeluk, dan menempatkan diri sebagai orang tua bagi anak-anak
TUJUAN UMUM : Anak dapat
menyadari bahwa Yesus senang berteman dengan anak-anak yang mendengarkan Dia.
TUJUAN KHUSUS : Setelah kegiatan ini anak dapat :
1.
Menjelaskan arti
berteman dengan mendengarkan.
2.
Menyebutkan cara-cara
mengenal Yesus.
3.
Memberi contoh
sikap-sikap mendengarkan Yesus.
ALAT PERAGA :
1.
Gambar Yesus memanggil
anak-anak.
2.
Gambar Yesus sedang
menyembuhkan ibu mertua Petrus (lilin kecil).
LANGKAH-LANGKAH :
1. Perayaan :
a.
Lagu Pembukaan
"BIAR ANAK-ANAK"
1
1 3 3 /
2 . 4 .
/ 3 5
1 2 2
/ 1 .
. . /
Bi -
ar a - nak a
-
nak da
- tang pa - da
- ku
I -
tu sab-da Ye
-
sus Di
- a me - manggil - ku
5
5 I
5 / 5 4 3
2 . / 1 .
3 5
5 / 4 . 3
. /
ki -
ni a - ku
da -
tang si
- ap mengha - dap - Mu
1
1 3 3
/ 2 . 4
. / 3 5
1 2 2 /
1 . . .
//
Ku
da-tang pa -
da Mu
Ye- sus memanggil - ku
b.
Doa Pembukaan : Allah
Bapa kami yang maha Baik. Kami bersyukur karena Engkau memberi kami seorang
teman yakni Yesus Kristus Putra-Mu. Kami mohon, semoga kami setia mendengarkan
Yesus dalam hidup kami setiap hari. Demi Kristus Teman dan Juru selamat kami.
Amin.
c.
Pembacaan lilin kecil.
2. Penghayatan
a.
Cerita
Anak-anak,
Yesus itu orangnya baik, ramah. suka membantu dan senang sekali berteman serta
bermain dengan anak-anak kecil yang mau mendengarkan Dia. Suatu ketika
ada anak-anak datang kepada Yesus untuk minta diberkati dan juga untuk
mendengarkan cerita dari Yesus. Tetapi murid-murid-Nya marah dan mengusir
anak-anak itu, katanya : "Hei.... anak-anak , pergi kamu dari sini, jangan
mengganggu Yesus ! Yesus itu masih capek. Dia masih istirahat ".
Yesus yang
tadi sedang duduk di bawah pohon untuk beristirahat, mendengar bahwa
murid-murid-Nya itu melarang anak-anak yang mau datang kepada-Nya. lalu Ia
berkata : "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku. Jangan menghalag-halangi
mereka." Lalu Yesus memanggil anak-anak itu dan merekapun lari kepada
Yesus. Ada yang dipangku, digendong, dipeluk dan ada yang duduk serta berdiri
mendengarkan Yesus. Anak-anak setia mendengarkan Yesus dan Yesuspun sangat
senang dengan anak-anak itu, karena mereka mau mendengarkan Dia. (Sambil
menunjukkan gambar "Yesus memanggil anak-anak").
b.
Pendalaman Cerita
o Gambar apa yang anak-anak perhatikan ? (Gambar Yesus sedang
mengajar dan anak-anak mendengarkan Yesus).
o Apakah sekarang Yesus masih mengajar kita ?
o Kapan anak-anak mendengarkan Yesus/sabda Tuhan ? (saat
liturgi sabda di gereja, kita membaca dari Kitab Suci, mendengarkan cerita
Kitab suci dari orangtua, teman, guru dll).
3. Pengungkapan : menyanyikan lagu "KUMAU CINTA YESUS”
4. Kesaksian : Anak diminta menyebutkan nama teman-temannya di sekolah.
5. Perwujudan : Anak diminta membuat surat kepada Yesus,dikumpulkan minggu
depan dan mewarnai gambar.
6. Penutup
a.
Doa penutup. Tuhan
Yesus terima kasih karena Engkau sungguh mencintai dan memilih kami menjadi
teman-Mu. Bukalah telinga dan hati kami, agar kami mampu mendengarkan sabda-Mu
lewat siapa saja yang mengajarkan kepada kami. Amin.
b.
Lagu Penutup
"DENGAR DIA PANGGIL NAMA SAYA"
Dengar Dia
panggil nama saya. Dengar Dia panggil namamu.
Dengar Dia
panggil nama saya. Juga Dia panggil namamu.
Oh
Giranglah, oh giranglah. Yesus amat cinta pada saya. Oh giranglah.
Ku jawab ya
ya ya. Ku jawab ya ya ya. Ku jawab ya Tuhan, Ku jawab ya Tuhan. Ku jawab ya ya
ya
Yesus sangat mencintai
anak-anak. Kecintaan Yesus dengan anak-anak itu ditandai dengan berkat-Nya yang
ditumpangkan di atas anak-anak. Bahkan Yesus melarang murid-murid-Nya
anak-anak itu datang kepada-Nya. Untuk hal ini Yesus mengatakan: “Biarkan
anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab
orang-orang seperti inilah yang empunya Kerajaan Surga”.
Yesus mencintai anak-anak
Mengapa Yesus mencintai
anak-anak? Anak-anak itu masih polos. Belum terkontaminasi dengan
perkara-perkara dunia. Dosa-dosanya masih ringan. Mereka belum terjebak
dengan ratio yang terkadang membelenggu hidup dan iman seseorang. Kepolosan itu
pula yang membuat Yesus sangat mencinai anak-anak.Kerendahan hati anak-anak membuat
Dia sangat terpengaruh agar anak-anak dibiarkan datang kepada-Nya. Jika
anak-anak datang kepada Yesus dan memberkati-Nya, hal ini juga tercermin
sekarang ini anak-anak sering datang kepada pastor atau romo untuk mohon
berkat-Nya. Jadi apa yang dijalankan para petugas Gereja seperti uskup,
para pastor, memberikan berkat untuk anak-anak sebagai tradisi Yesus yang
diturunkan kepada para penggembala Gereja.
Namun demikian
sekiranya kita juga berjiwa seperti anak-anak yang polos, rendah
hati, Yesus pun juga akan memberikan berkat yang sama seperti anak-anak. Apa
yang diperbuat anak-anak, dapat juga dilakukan untuk orang dewasa. Karena
kepolosan menerima Yesus, dan kerendahan hati anak-anak akan sangat membantu
kita menerima Yesus dalam hidup ini. Demikian renungan singkat yang
diinspirasikan dari Injil Mateus 19:13-15, Tuhan berkati
Doa,
Ya, Bapa, jadikan hatiku
seperti anak-anak yang polos dan rendah hati, amin.
Selasa, 05 Maret 2013
KEUTAMAAN VINSENSIUS
KEUTAMAAN VINSENSIAN
Nilai-nilai baik yang dihayati sebagai cara
hidup. Seringkali juga disebut sebagai sebuah kebijaksanaan hidup yang menjadi
arah dan pedoman hidup seseorang.
Keutamaan juga merupakan jalan hidup yang
memiliki nilai luhur karena didasarkan pada kebaikan
Ada beberapa arti:
- Para pengikut St. Vinsensius a Paulo
- Berdasarkan keutamaan St. Vinsensius
- Bercirikan semangat St. Vinsensius
Bagi kita sendiri;
Didasarkan atau dilandaskan pada keutamaan St.
Vinsensius dan dihayati sebuah pedoman hidup
dan di lain pihak sebagai identitas kita sebagai putra-putri Vinsensian
Vinsensius meninggalkan aneka macam
kekayaan rohani dan suri teladan yang sangat berguna bagi umat beriman. Tidak
hanya itu cita-cita rohaninya dalam karya pelayanan kepada orang miskin telah
mengubah wajah Gereja.
Salah satu kekayaan rohani yang ia
tinggalkan ialah 5 jalan hidup atau identitas hidup Kristus yang ia
hayati sebagai arah, pedoman dan
petunjuk dalam sepanjang karya hidupnya. 5 keutamaan itulah yang kita kenal
sebagai 5 keutamaan Vinsensian.
Seringkali disebut simplisitas: kesederhanaan,
kepolosan, kelurusan hati atau kejujuran.
Kesederhanaan bukan berarti
mengenakan pakaian atau barang yang biasa atau murah. Keserhanaan itu lebih
pada sikap hidup.
Misalnya: jika mau menolong sesama
haruslah tulus dan iklas bukan demi mencari pujian. Orang yang demikian adalah
orang yang simpleks, bukan dupleks atau tripleks.
St.
Vinsensius ,Kerendahan
hati berarti sadar bahwa kita ini hanya alat yang dipakai oleh Allah untuk
meneruskan karya keselamatan-Nya
Ciri orang
yang rendah hati ialah tidak bermegah diri, tidak sombong, iri hati, ambisius,
keras kepala.
St.
Vinsensius mengatakan: “Bila Allah melakukan karya yang besar melalui kita,
janganlah menyombongkan diri maupun merasa berpuas hati malah sebaliknya kita
harus semakin merendahkan diri dan memandang bahwa kita adalah alat yang hina
yang dipakai oleh Allah.
mengatakan
Simplisitas pertama-tama berarti
mengatakan kebenaran.
Bukan hanya dalam sikap tapi juga
menyangkut seluruh apa yang kita lakukan, ucapkan dan pikirkan.
Kelembutan hati berarti juga sikap
ramah, saling menghargai perbedaan, tidak gampang tersulut emosi. Seringkali
orang yang lembut hati adalah orang yang mempersatukan, dia dicintai oleh siapa
saja…
St.
Vinsensius mengatakan: “Tidak ada orang yang lebih tekun dan kuat dalam
kebaikan selain mereka yang Bukan pertama-tama berpuasa atau pantang. Bermati
raga secara umum berarti menekan segala nafsu badani.
Oleh
Vinsensius bermatiraga berarti melepaskan semua hasrat yang mengutamakan diri
sendiri dan mengenakan semangat Kristus. Dalam matiraga kita masuk pada
peristiwa Salib. Kadang manusia harus menderita demi mengikuti Yesus dalam
kesehariannya. Semakin orang mampu bermatiraga semakin kuat dia melawan cobaan
setan atau dosa.
lembut dan
ramah”
Seperti Kristus sendiri yang pergi
dari satu kota ke kota lain untuk mewartakan Kerajaan Allah, maka kita pun
dipanggil untuk merasul.
Artinya kita diutus untuk menyampaikan
KABAR BAIK bagi
siapa saja, sukacita, damai dan persatuan.
Secara khusus St. Vinsensius
memaknai semangat merasul demi keselamatan jiwa-jiwa dan secara istimewa kepada
orang kecil/miskin.
APA YANG HARUS KITA PERBUAT SEBAGAI PUTERA PUTERI VINSENSIAN....
Selasa, 22 Mei 2012
BAGAIMANA MENJADI GURU YANG EFEKTIF
Aku teringat pelajaran SPG 29 tahun yang lalu, ibu guru yang mengajar psikologi pendidikan pernah mengatakan bahwa peran seorang guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilisator, organisator, dan model bagi siswa. Dalam situasi apa pun, pilihan metode pembelajaran banyak tergantung pada apakah guru yang bersangkutan cakap melaksanakannya. Pelaksanaan metode tertentu yang membawa sukses di tangan guru tertentu belum tentu banyak membawa hasil jika metode tertentu itu dipergunakan oleh guru lain. Dari sini aku merenung bahwa metode dan pembawaan seorang guru sangat menentukan keberhasilan dalam mengajarnya, ini juga berarti bahwa metode itu bukan hanya ceramah belaka, bagaimana guru dapat memvariasi metode sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang kita dampingi. Kecakapan metodologis seorang guru tergantung penguasaan pengetahuan yang mendasarinya, kematangan latihan unjuk kerja (performance) yang relevan, kesediaan mengembangkannya berdasarkan tuntutan situasi konkret yang dihadapinya, dan kecakapan guru yang bersangkutan dalam menggunakan sarana-sarana penunjangnya. Memang fasilitas bukanlah ukuran utama tetapi bagaimanapun juga dalam praktek keseharian kita juga membutuhkannya, bukan …? Dalam mengembangkan kecakapan metodologis tersebut, kerjasama guru-guru sebidang studi ataupun pararel kelas dan adanya administrator, supervisor yang jitu sangat diperlukan oleh para guru. Guru yang ingin mengahlikan diri dibidang metodologis tidak cukup hanya mengandalkan latihan unjuk kerja yang terarah dan sungguh-sungguh, tetapi memerlukan dukungan kompetensi-kompetensi keguruan lainnya , di jaman sekarang munculnya yang disebut eksplorasi , elaborasi dan konfirmasi ; menfasilitasi peserta didik agar dapat berinteraksi dengan enjoi dengan demikian mereka memperoleh tugas yang bermakna bagi perkembangan pribadinya serta perlu adanya umpan balik atau reward sebagai refleksi dari yang sudah dipelajari.
Bagaimana pendampingan guru- guru di sekolahku ?
Dengan berdasar carakter, latar belakang, social, ekonomi peserta didik yang kami hadapi maka kami memberikan pelayanan prima sesuai visi dan misi dari sekolah kami. Panggilan hidup sebagai guru selalu bersemayam di hati kami, sehingga kami memahami benar bahwa semua peserta didik adalah anak anak yang pandai, walau secara akedemis mereka masih ada yang dibawa SKM yang ditentukan sekolah , namun di sisi lain mereka memilki potensi yang melebihi teman sebayanya. Misal: Andre anak yang kurang bidang akedemis namun ia anak yang pandai dalam bermain futsal, maka pusat pendampingan kami dari segi olahraganya, dsb. Bagaimana pendampingan yang efisien agar peserta didik yang dipercayakan kepada kami dapat mulai memahami tujuan hidupnya dan memahami kecerdasan apa yang mereka miliki dan yang harus mereka kembangkan. Selamat melayani agar mereka menjadi manusia manusia yang cerdas dan berbudi….pro ecclesia et patria ………..
Doa Penyerahan Kepada Maria
( bersama-sama )
Santa Maria, Bunda Tuhan kami Yesus Kristus, engkaulah Ratu dunia termulia. sudilah engkau menjadi ratu kami semua. Tunjukanlah kepada kami jalan menuju kesucian dan bimbinglah kami supaya jangan tersesat.
Kuasailah budi kami, supaya kami hanya mencari yang benar.
Kuasailah kehendak kami, supaya kami hanya menginginkan yang baik.
Kuasailah hati kami, supaya kami saling mengasihi sebagi saudara.
Kuasailah diri kami masing-masing dan segenap anggota keluarga.
Kuasailah segenap warga masyarakat, segala bangsa dan pembesar-pembesar dunia.
Sudilah engkau menjadi tali pengikat mereka semua dalam persatuan yang teguh.
Kuasailah seluruh umat manusia.
Bukakanlah jalan iman bagi mereka yang belum mengenal Putramu, Yesus.
Bantulah agar segala bangsa bersatu padu, hidup rukun dan damai.
Naungilah seluruh umat manusia, lebih-lebih yang dianiaya dan dikejar-kejar.
Tabahkanlah mereka di dalam penindasan dan terangilah mereka di dalam kegelapan, agar tetap setia kepada Yesus, Puteramu.
Hantarlah semua permohonan kami kepada Putramu, sang Maharaja kerajaan damai, tempat setiap doa permohonan dikabulkan, setiap beban hati diringankan dan segala kelemahan disembuhkan.
semoga orang yang mengenal kekuasaan-Nya dan menaruh harapan pada-Nya. sekali waktu melihat kemegahan kerajaan Putramu, yang bersama Bapa dan Roh Kudus hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin
Senin, 20 Februari 2012
Renungan sebelum UTS, USEK, UNAS

Dalam Injil Tuhan kita yang diberitakan dalam Injil Lukas bab9:1-6, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan yaitu Tuhan yang luar biasa dalam segala hal ikut melibatkan manusia seperti kita yang biasa ini bahkan terpandang berdosa di hadapan-Nya untuk ikut dalam karya-karya-Nya . hal ini tampak terlihat jelas saat Yesus mengutus ke duabelas murid-Nya. Bahkan Ia member tenaga dan kuasa pada murid-murid-Nya untuk menguasai setan-setan dan menyembuhkan orang-orang sakit. Hal yang luar biasa bukan ? Dengan ini tampaklah bahwa Yesus menghargai martabat manusia . Ia membiarkan kita yang tidak sepadan dengan diri-Nya ikut turun tangan dalam menyelamatkan dunia.
Sementara dalam Injil Lukas 9: 7-9, menceritakan seorang raja yang ditakuti dan disegani rakyatnya. Raja itu tak lain adalah Herodes. Ia seorang raja yang besar tapi merasa kecil di hadapan Allah. Ia juga berkata akan berusaha untuk bertemu dengan Yesus. Tampaknya ia merasa martabatnya sebagai manusia tidak setara di hadapan Allah. Namun di sisi lain, Herodes juga bermaksud menghargai martabat orang lain. Hal ini terlihat saat ia berkata bahwa ia memenggal kepala Yohanes Pembabtis. Keluhuran martabat manusia memang seharusnya dijaga, apalagi di jaman sekarang banyak kasus pelanggaran martabat atau hak asasi manusia. Juka kita merasa bahwa diri kita beriman dan mau mengikuti jejak Yesus, kita harus mau bertindak seturut hukum Kasih, cintailah Tuhan Allah-Mu dan sesama manusia seperti mencintai diri sendiri. Kita harus mau memberikan pelayanan dan penghargaan diri terhadap sesama jika kita ingin kalau diri kita juga dihargai orang lain. Suatu contoh: kita jangan suka mengolok –olok teman jika diri kita tidak mau diolok, kita jangan suka menyakiti hati teman, jika hati kita tidak mau disakiti. Di jaman sekarang banyak orang bersikap ego artinya hanya mementingkan diri sendiri, yang penting dirinya senang walau banyak orang yang menderita akibat perbuatannya, bagaimana kalau kita membaca berita di koran atau mendengarkan berita di televise, banyak kasus pembunuhan, perampokan, pencopetan, kekerasan, korupsi dan kasus kasus lain yang tidak sesua dengan hak asasi manusia. Mereka yang berbuat jahat tidak memikirkan nasib orang lain, ia menghalalkan segala cara yang penting dia tercukupi dan senang. Untuk itu kita sebagai murid Yesus harus berani memberikan yang terbaik bagi banyak orang, sebagaimana perintah Yesus pada murid-murid-Nya untuk pergi keseluruh dunia mewartakan Injil keselamatan. Kalau kita sebagai pelajar kita bisa berdoa agar mereka-mereka yang jahat segera bertobat demi kesejahteraan bangsa dan Negara, terlebih saudara-saudara kita yang berkekurangan. Mari kita wartakan kabar gembira dengan belajar rajin agar esok kita berguna bagi banyak orang, kita bergaul yang sehat, kita hormat pada guru dan orang tua, menghargai pendapat teman, akhirnya kita saling menguatkan agar iman kita semakin kuat dan berani bersaksi demi Yesus Sang Penyelamat.
Langganan:
Postingan (Atom)
