Rabu, 24 November 2010

MENA....NG....NG...NG


LOMBA DRUMBAND...BAGAIMANA COMENT...NYA

Kamis, 04 November 2010

HIDUP HEMAT


Mari kita sambut dunia dengan memperbaharui hidup kita dari kebiasaan yang tidak baik untuk menjadi baik, khususnya dalam pola hidup kita yang cenderung mengejar kenikmatan dunia tanpa atau kurang memperhitungkan penghasilan atau kepentingan yang lebih penting dan berguna baik itu untuk kepentingan diri sendiri, keluarga maupun sesama. Penyadaran manusia akan situasi jaman sekarang ini di mana ada kecenderungan untuk hidup boros , membelanjakan uang dengan tidak teliti , membeli sesuatu bukan demi kebutuhan tetapi karena kesenangan atau karena demi gengsi.Kita harus hati-hati dalam menyikapi situasi jaman sekarang ini agar dapat hidup hemat dan sederhana, dan dapat selektif dan cermat dalam membelanjakan uang.
- Menurut Kitab Amsal, hemat dilakukan berdasarkan rancangan atau rencana. Jadi ada perencanaan untuk pengeluaran. Bahasa kerennya adalah management.
- Boros adalah pengeluaran yang dilakukan dengan tergesa-gesa, tidak berdasarkan rencana atau management.
- Kehidupan jaman sekarang mendorong kita untuk boros. Artinya, pengeluaran dan belanja kita lakukan tanpa perencanaan matang, lebih banyak berdasarkan keinginan untuk mengikuti trend atau gaya masa kini, bukan berdasarkan kebutuhan nyata.
- Anjurannya adalah agar kita hidup cukup dengan apa yang ada mengajak kita untuk berani merencanakan belanja kita dan membatasi belanja pada hal-hal yang memang dibutuhkan, bukan sekedar mengikuti apa yang disebut dengan gaya hidup modern.

Senin, 23 Agustus 2010

BAGAIMANA SAYA DAPAT MENGETAHUI KEHENDAK TUHAN


Bagaimana saya dapat mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup saya?
(Melalui Sakramen Ekaristi sebagai puncak karya keselamatan Allah )

Apa kehendak Tuhan dalam hidup kita ? Banyak orang ingin melakukan kehendakNya tapi mereka bergumul karena mereka tak tahu apa kehendak-Nya.
Tuhan mempunyai rencana besar untuk hidup kita !
Kita adalah ciptaan Tuhan, sesuai dengan rupaNya, untuk suatu tujuan. Seperti Tuhan memanggil Nabi Yesaya (Yesaya 49:1), Yeremia (Yeremia 1:5) dan Paulus (Galatia 1:15) untuk suatu tujuan khusus, Ia pun mempunyai rencana khusus dalam hidupmu.
"Sebab aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)
Alkitab mengatakan bahwa kehendak Allah adalah "baik, berkenan dan sempurna." (Roma 12:2)
1. Kehendak Allah yang terutama adalah, bahwa kita mempunyai hubungan intim denganNya melalui putraNya, Yesus Kristus. ( melalui Komuni Kudus )
"Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran." (1 Timotius 2:3-4)
2. Tuhan ingin kita menjadi murid Kristus.
Ini berarti orang Katolik harus berkomitmen untuk mengikutiNya tanpa kompromi.
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti aku." (Lukas 9:23)
3. Alkitab menolong kita untuk mengetahui kehendakNya
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105)
4. Tuhan berjanji memberikan kita suatu kebijaksanaan jika kita meminta kepadaNya dalam doa, dan percaya bahwa Ia telah memberikannya. Terkadang kita harus meminta Tuhan suatu hikmat untuk mengerti kehendakNya.
"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit -, maka hal itu akan diberikan padanya." (Yakobus 1:5)
Dalam Filipi 4:6, Tuhan menyatakan bahwa kita dapat berdoa untuk memohon apapun.

5. Tuhan telah memberikan Roh Kudus sebagai penuntun
"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran." (Yohanes 16:13a)
6. Kita seharusnya mendengarkan nasihat dari pria dan wanita yang bijaksana (Orang tua )yang ditempatkan Tuhan dalam hidup kita.
Seringkali nasehat dari orangtua, pendeta, pelayan kaun muda, guru sekolah minggu ataupun orang lain, membantu kita dalam menghadapi situasi kita sehingga kita dapat memutuskan apa yang Tuhan ingin kita lakukan.
"Jalan orang bodoh lurus dalam pandangannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak." (Amsal 12:15)
"Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak." (Amsal 15:22)
7. Alkitab menyatakan bahwa damai sejahtera akan datang dalam hidup kita jika kita menyenangkan Tuhan.
Sewaktu menentukan antara dua alternatif dalam doa kita, terkadang akan ada pilihan yang memberikan suatu damai sejahtera. Pilihan itu kemungkinan merupakan kehendak Tuhan.
"Di mana ada kebenaran di situ tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya." (Yesaya 32:17)
8. Kita harus meletakkan kepercayaan kita pada Tuhan bahwa apapun yang dilakukanNya adalah untuk kebaikan kita.
"Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri . Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Amsal 3:5-6)
"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, pada hari Kristus Yesus." (Filipi 1:6)
9. Tuhan telah memberikan pada setiap kita suatu talenta dan kemampuan untuk dipakai dalam pelayanan kepadaNya.
Tuhan selalu memperlengkapi kita untuk melakukan apa yang diinginkanNya. Jika anda tak diberikan suatu kemampuan dalam suatu bidang, Tuhan mungkin tak memanggil Anda untuk melayani di bidang tersebut. (lihat Roma 12:6-8, I Korintus 12:1-11, dan Efesus 4:11-13 sebagai daftar karunia Roh)
Ingatlah bahwa tujuan utama Tuhan dalam hidup kita adalah untuk kemuliaan namaNya (I Korintus 10:31) sehingga kabar Injil dan kerajaan Allah dapat disebarluaskan (Kejadian 50:20 dan Filipi 1:12).
10. Persatuan kita dengan Tuhan melalui K O M U N I K U D U S
Menjadikan kita sebagai orang-orang yang dipilih Allah....dengan segala kewajiban kita sebagai Anak Allah....setuju....Amin....God Bless You

Selasa, 03 Agustus 2010

SOSIALISASI PROGRAM 2010-2011


SOSIALISASI PROGRAM AWAL TAHUN
APA DAN BAGAIMANA DI KELAS AWAL ?
• Kelas 1, 2, 3 teknik pembelajaran melalui pendekatan tematik
• Pembelajaran disampaikan dalam tiap-tiap tema
• Di akhir tema ada ulangan harian
• Ulangan harian akan disosialisasikan 1 minggu sebelum ulangan
• Bagi anak yang remidi diberikan kesempatan 1 kali
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK
• Berpusat pada siswa
• Memberikan pengalaman langsung
• Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
• Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
• Bersifat fleksibel
• Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
• Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan
RAMBU - RAMBU
• Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan.
• Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester.
• Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan.
. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri.
• Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri.
• Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung serta penanaman nilai – nilai moral.
• Tema – tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan dan daerah setempat.
• STANDAR KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( SKBM )
1 Agama 7,5
2 PKn 7,0
3 Bahasa Indonesia 7,0
4 Matematika 6,5
5 lmu Pengetahuan Alam ( IPA ) 7,0
6 Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) 7,0
7 Seni Budaya dan Keterampilan ( SBK ) 7,0
8 Pendidikan Jasmani ( Penjas ) 7,0
9 Mulok :
a. Bahasa Jawa 6,5
b. Bahasa Inggris 6,5
c. Komputer 6,5
d. Aritmatika 6,5

Diikuti seluruh siswa yang memerlukan :
1. Pengayaan : siswa yang nilainya di atas SKM
2. Remidi : siswa yang nilainya di bawah SKM
3. Remidi diberikan apabila anak mendapat nilai di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM )
4. Remidi bukan hanya berupa tes tulis, bisa berupa tugas
5.Contoh : Chandra Ul harian Agama : 7,3
Maka Chandra harus remidi. Karena SKM agama 7,5.
Nilai remidi Chandra : 9,0
Nilai Chandra yang dimasukkan dalam daftar nilai : 7,5(sesuai SKM agama )
 Penilaian / Evaluasi dalam bentuk tes tertulis, lisan, praktek, unjuk kerja , dll dilaksanakan setiap hari pada akhir pertemuan
 Ulangan Harian dilaksanakan setiap akhir KD (Kompetensi Dasar) / akhir tema
 Ulangan perbaikan / Remidial hanya diberikan kesempatan 1 X
 Ulangan Tengah Semester
 I. Oktober 2010 II. Maret 2011
 Ulangan Akhir Semester Desember 2010
 Ulangan Kenaikan Kelas Mei 2011
 RUMUS :
Rt2 Ul H+Rt2 tugas/PR+UTS+UAS
4
 MATERI UAS
Semua materi yang diajarkan di semester itu.
 NILAI BAHASA INDONESIA
Meliputi 4 aspek (Mendengar, membaca, menulis, berbicara)
Dinilai dengan rumus seperti diatas untuk setiap aspek~>Dirata-rata menjadi 1 nilai

BIMBINGAN BELAJAR
 Di rumah; Orang tua Mendampingi, memeriksa dan menanda- tangani tugas putra-putrinya.
 Di sekolah;
1. Klasikal
2. Hari Senin dan Kamis pukul 12.30 – 14.00 WIB
2. Privat Hari Selasa, Rabu, dan Jumat ( waktu konfirmasi guru pendamping )
Kegiatan yang lain dapat dilihat sendiri dari kalender Pendidikan Sekolah yang telah dibagikan....ayo kita dampingi putra-putri kita. GBU

Senin, 21 Juni 2010

BE A TRUE LEADER

Bagaimana menjadi pemimpin sejati ?
1. Bekerja dengan semangat Yesus sendiri
“Hendaklah anda mulai mengerjakan tugas dengan semangat Yesus Kristus sendiri. Untuk maksud ini hendaklah anda menghormati kebijaksanaan, kewaspadaan, kelembutan, dan kecermatan Yesus sendiri.”
(SV I, 175 – 28 Nopember1632)
Inilah yang menyemangati kita dalam tugas perutusan menjadi pemimpin yang sejati. Pemimpin sejati berarti pemimpin yang berani berkorban dan berjuang demi kelayakan orang lain, peduli pada sesama dan lingkungan serta berani menanggung resiko terhadap segala keputusan yang diambil. Berjiwa demokratis tanpa meninggalkan nilai nilai kasih

2. Yesus Kristus sebagai Pedoman
“Tuhan kita Yesus Kristus yang telah memanggil kita untuk meneladani cara hidupNya, akan memberi kita bagian pada semangatNya dan akhirnya pada kemuliaanNya juga.”
(SV III, 203 – 15 Juni 1647)
Pemimpin sejati berpedoman pada ajaran Kristus sebagai konsekuensi sakaramen babtis yang telah kita terima. Dengan meneladan cara hidup Kristus dan para muridnya kita dapat memimpin / melayani anggota demi cita-cita bersama.

3. Rahasia hidup rohani
“Sungguh inilah rahasia hidup rohani yaitu meninggalkan segala sesuatu yang kita cintai dan menyerahkan diri kita sendiri kepada kehendakNya dengan keyakinan mutlak bahwa dalam segala hal akan terjadi yang terbaik.”
(DBSV III, 145-SV VIII, 225-3 maret 1660)
Pemimpin sejati tekun dalam doa dan memiliki spiritualitas yang tinggi, sebagai benteng diri dari segala ancaman, godaan yang terjadi baik dalam diri maupun dari luar diri, terus berjuang dan menyerahkannya pada Sang Pencipta

4. Siap siaga menghadapi segala kemungkinan
“Kita harus menyesuaikan diri dengan kehendak Allah baik dalam situasi yang merepotkan maupun situasi yang menyenangkan yang terus saling berganti. Karena itu dari kita dibutuhkan sikap siap siaga untuk segalanya dan sikap tidak terikat sama sekali pada diri kita sendiri.”
(DBSV III, 39 – SV IV, 280 – 29 Nopember 1651)
Pemimpin sejati selalu siap dalam segala tugas dan wewenangnya, tanpa ada unsur memaksa, bekerja dengan pikiran dan hati yang bersih, memahami kelemahan dan kekuatan yang ada dalam diri organisasi dan para anggotanya.

5. Janganlah tergesa untuk memutuskan dan bertindak
“pertimbangkan segalanya dihadapan Tuhan… manfaatkan waktu untuk menimbang-nimbang dengan matang… dan ikuti langkah demi langkah Penyelenggaraan Ilahi.”
(SV II, 206-208 – 7 Desember)
Pemimpin sejati senantiasa berfikir secara arif dan diperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi, dengan demikian keputusan yang diambil tidak bersifat spontan dan gegabah, karena apa yang diputuskan menyangkut kepentingan banyak orang. ( Sabdo pandeto ratu )

Senin, 31 Mei 2010

4 ASPEK KEBAHAGIAAN


1. KEBAHAGIAN DALAM RELASI DENGAN ORANG LAIN
Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. (Roma 12:5)
 Salah satu kebutuhan manusia ialah berkomunikasi dengan orang lain secara langsung, kontak lansung. Komunikasi antar pribadi tidak dapat diandaikan cukup dengan berjumpa di “facebook”, YM, atau sms-an. Komunikasi melibatkan keseluruhan diri kita, melibatkan hati, kontak langsung. Beberapa hal penting dalam komunikasi antar pribadi
 Joe Luft dan Harry memformulasikan empat bilik atau kita kenal jendela Johari. Ada sisi yang terbuka, sisi buta, tersembunyi dan tak sadar. Menjalin relasi berarti memperluas daerah terbuka serta mengurangi daerah buta dan tersembunyi. Semakin membuka diri, kita mengurangi daerah tersembunyi.
 Daerah buta kita kurangi dengan cara meminta orang lain mau semakin terbuka terhadap diri sendiri. Kita mengurangi daerah tersembunyi dengan mmemberikan informasi kepada orang lain agar mereka bereaksi atau menanggapi
 Dalam komunikasi juga diperlukan suatu komunikasi yang efektif artinya mengkomunikasi secara jelas apa yang ingin kita sampaikan, rasakan dan harapkan. Komunikasi mengandaikan suatu dialog antar pribadi. Komunikasi itu juga membutuhkan kepercayaan.
Lima taraf komunikasi
 Taraf basa-basi: merupakan taraf komunikasi yang dangkal. Setiap pihak tidak membuka diri satu sama lain.
 Taraf membicarakan orang lain: di sini orang sudah mulai menanggapi, namun tetap masih ada taraf dangkal, masih belum mau berbicara tentang diri masing-masing. Mereka saling mengemukakan pendapat, bertukar informasi.
 Taraf menyatakan gagasan atau pendapat. Kita sudah mau saling membuka diri tetapi masih terbatas pada taraf pikiran.
 Taraf hati atau perasaan. Keberanian untuk bersikap jujur, terbuka terhadap diri sendiri maupun dengan lawan bicara kita.
 Taraf puncak. Komunikasi yang ditandai dengan kejujuran, keterbukaan dan saling percaya yang mutlak di antara kedua belah pihak

2. KEBAHAGIAAN ROHANI
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Rm 8:26)
MAKNA KEBAHAGIAAN ROHANI
 Kebahagiaan secara rohani tentu bukan mengenai latihan doa, meditasi dan kesalehan-kesalehan dalam kehidupan beragama
 Kebahagiaa rohani yang sesungguhnya mencakupi kemampuan untuk menemukan dan mengahayati arti hidup dan tujuan hidup manusia. Kebahagiaan rohani juga termasuk didalamnya mengapresiasi kekuatan dan keberadaan alam semesta
 Pertanyaan dalam cakupan kebahagiaan rohani antara lain: Siapakah diri saya? Apa yang berarti dalam hidup saya? Apa yang menjadi tujuan hidup saya? Siapa Allah bagi saya? Dan Siapa Yesus bagiku?
 Untuk menggapai kebahagiaan rohani kita perlu memahami terlebih dahulu, kisah perjalanan hidup imanku. Kapan aku untuk pertama kalinya dikenalkan dengan Allah. Siapa yang memperkenalkan Allah kedapa saya?
 Pertanyaan Yesus kepada Petrus, “Menurut kamu siapa Aku?” (Mat 16:15), juga menjadi pertanyaan kita semua yang mengimaninya. Kita bukan lagi berbicara tentang Yesus tetapi berbicara dengan Yesus, bersama Yesus
 Kebahagiaan hidup rohani kita bangun melalui kesadaran akan kehadiran Allah dalam kehidupan kita. Kita disadarkan akan cinta Allah, Allah yang mencintai kita. Allah mencintai menjadi semangat setiap orang dalam perjalanan hidupnya
CARA MENUMBUHKAN DAN MERAWAT KEBAHAGIAAN ROHANI
 Terus bertanya kesejatian hidup kita, tujuan hidup kita di dunia, siapa diri kita?
 Ketenangan, keheningan batin. Kita melatih kesdaran dan kehadiran Allah dalam meditasi, sehingga kita mampu menyadari diri kita dalam kontek tempat dan waktu (hic et nunc), di SINI dan SAAT ini.
 Berani untuk menghadapi penderitaan dan penyangkalan diri.
 Melakukan tindakan kasih kepada sesama
 Berusaha menjadi teladan kebaikan bagi semua orang
 Penerimaan diri dan kepasrahan.
 Menghindari kelekatan terhadap sesuatu hal
 Sukacita
 Hidup penuh harapan.

3. KEBAHAGIAAN EMOSI

 Kebahagiaan emosi menekankan suatu kesadaran dan penerimaan sebuah feeling atau perasaan. Keharmonisan emosi atau kejiwaan itu juga mencerminkan sikap antusiasme, positive thinking dan energy positive lainnya
 Orang yang secara matang emosinya juga akan mampu mengendalikan letupan emosi atau perasaan. Dia akan mampu terbuka, menerima keterbatasan dan kelebihannya dan mampu menangani ketika mengalami tekanan atau stress. Kematangan emosi mampu menerima dan memahami perasaan orang lain juga
 .BAGAIMANA CARA MELATIH EMOSI KITA ?
 Mempraktekkan sikap optimis dan berpikir positive kepada orang lain.
 Terbuka dalam dialog dengan orang lain.
 Tersenyum paling tidak 20 kali sehari
Belajar memenajemen stress

Wolff membedakan adanya 3 lapis emosi atau perasaan hati
 Perasaan lapis luar, yang mudah tergerak, mudah berubah. Inilah perasaan emotional seperti:afeksi, impresi, sentiment, marah, sedih, menangis, gembira yang diungkapkan secara spontan. Lapisan luar seringkali tidak menggambarkan yang sesungguhnya di dalam diri orang.
 Lapisan terdalam adalah inti jiwa, kebahagiaan terdalam, kebenaran terdalam. Dalam hati ini tidak ada keraguan lagi. Inilah sentuhan Tuhan sendiri pada jiwa kita.
 Lapisan tengah yang terkadang kontras dengan lapisan atas. Menurut Wolff, perasaan tengah ini merupakan kesadaran batin yang sulit didengar dalam keramaian, tetapi harus didengarkan dalam keheningan doa, diam dan refleksi.
Allah menyembuhkan luka emosi kita
 Akuilah kebutuhan Anda untuk disembuhkan... Bagi banyak orang hal ini bukan masalah.Tetapi jika kita terluka dan tidak mengakui bahwa kita mempunya kebutuhan, maka jelas tidak ada tempat untuk kesembuhan atau pertolongan dalam hidup kita.Mengakui kebutuhan kita merupakan suatu tAnda kesehatan mental yang baik dan bukti dari sikap yang jujur.
 Akuilah emosi yang negatif
 Beberapa diantara kita mengarungi hidup ini dengan mengumpulkan emosi yang negatif. Kita tidak diajar bagaimana mengenali atau MENGKOMUNIKASIKAN perasaan kita, sehingga kita menimbun kemarahan , kekecewaaan, ketakutan, kepahitan, dan emosi negatif lain sejak kanak-kanak. Menindih emosi yang satu diatas yang lain sama seperti menumpuk sampah, lapis demi lapis di dalam kantong sampah. Sesuatu yang akhirnya harus dibuang.
 Ampuni mereka yang TELAH menyakiti Anda. Mengampuni bukanlah sekedar melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita. Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan meskipun disakiti
 Terimalah Pengampunan. Jika Anda telah disakiti oleh orang lain dan telah berdosa dalam reaksi Anda terhadap mereka, maka penting sekali tidak hanya untuk mengampuni mereka yang menyakiti Anda, tetapi juga minta ampun kepada Allah atas tindakan Anda yang salah terhadap mereka. Jika Anda lakukan ini, mungkin Anda akan merasakan suatu kebutuhan untuk MENGAMPUNI DIRI SENDIRI
 Terimalah kasih Bapa.Di dalam hidup kita ada kekosongan yang hanya dapat diisi oleh Allah sendiri. Ketika Anda berdosa dan minta ampun, atau bergumul dengan rasa tidak aman dan rendah diri, maka ada kemungkinan bahwa KEKOSONGAN ITU TIDAK PENUH. Mintalah kepadaNya pada saat-saat tersebut untuk memenuhi Anda dengan Roh-Nya
 Pikirkanlah pikiran Allah.
 Bertekun... Sembilan puluh persen dari keberhasilan ialah menyelesaikan! Alkitab berkata, "Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia"(2 Tim 2:12). Ketekunan mempunya dua aspek: di satu sisi ketekunan berarti komitmen di pihak kita untuk tidak menyerah, suatu tekad untuk mengerjakanya sampai tunt disisi lain ketekunan berhubungan dengan kesanggupan yang diberikan Allah
 Ia sedang bekerja dalam diri Anda. Pergumulan adalah bagian dari proses kesembuhan yang berkemenangan. Anda sedang belajar sesuatu yang tak ternilai kerendahan hati; pengampunan; belas kasihan dan ketekunan. Majulah terus! Kita sedang berperang, tetapi kita ada di pihak yang menang! Yesus adalah Sang Pemenang!. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus"(Flp 1-6)

4. KEBAHAGIAAN JASMANI
TABEL JAM PIKET ORGAN TUBUH
Jam Aktivitas
07.00 – 09.00 Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh
09.00 – 11.00 Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.
11.00 – 13.00 Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah
13.00 – 15.00 Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.
15.00 – 17.00 Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru
17.00 – 19.00 Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.
19.00 – 21.00 Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan
21.00 – 23.00 Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas
23.00 – 01.00 Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
01.00 – 03.00 Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolism tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.
03.00 – 05.00 Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk,bersin- bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.
05.00 – 07.00 Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur

SELAMAT MENIKMATI

Senin, 19 April 2010

JALAN VINSENSIAN


SEBAGAI BAHAN REFLEKSI DALAM AKTIFITAS HIDUP..CHOOOY


Jalan yang menjamin kebahagiaan abadi
“Tak ada jalan yang lebih baik untuk menjamin kebahagiaan abadi kita daripada dengan hidup dan mati dalam pelayanan bagi orang miskin, dalam tangan Sang Penyelenggara Ilahi dan dalam penyangkalan diri yang nyata dengan mengikuti Yesus Kristus.”
(SV III, 392 – 4 Desember 1648)



Berpegang pada kebenaran-kebenaran abadi
“Hanyalah kebenaran-kebenaran abadi dapat memenuhi hati kita dan menuntun kita dengan aman”
(DBSV V,39)


Mengikuti cahaya iman
“Apakah tidak perlu, baik demi kesempurnaan kita sendiri maupun untuk mengusahakan keselamatan jiwa-jiwa, kita membiarkan diri mengikuti cahaya iman selalu dan dalam segala hal.”
(DBSV V,39)


Mengikuti Yesus Kristus
“Kita yakin bahwa norma injil dan teladan Yesus Kristus tidak pernah menyesatkan dan pada saatnya akan menghasilkan buah-buah yang diharapkan. Sebaliknya segala sesuatu yang berlawanan dengan norma itu akan sia-sia belaka.”
(SV II, 281 – 5 agustus 1642)


Yesus Kristus sebagai Pedoman
“Tuhan kita Yesus Kristus yang telah memanggil kita untuk meneladani cara hidupNya, akan memberi kita bagian pada semangatNya dan akhirnya pada kemuliaanNy juga.”
(SV III, 203 – 15 Juni 1647)


Demi Kasih, Demi Allah, Demi orang Miskin
“Betap besar penghiburan yang akan anda alami saat kematian tiba, karena telah menghabiskan seluruh hidup untuk tujuan serupa yang mendorong Yesus memberikan hidupNya sendiri, yaitu demi kasih, demi allah dan demi orang miskin.”
(DBSV III, 120 – SV VII, 382 – 24 Nopember 1658)


Hidup seperti Yesus Kristus
“Ingatlah bahwa kita hidup dalam Yesus Kristus oleh kematian Yesus Kristus… dan agar mati seperti Yesus Kristus kita perlu hidup seperti yesus kristus.”
(SV I,295)

Bekerja dengan semangat yesus sendiri
“Hendaklah anda mulai mengerjakan tugas dengan semangat Yesus Kristus sendiri. Untuk maksud ini hendaklah anda menghormati kebijaksanaan, kewaspadaan, kelembutan, dan kecermatan Yesus sendiri.”
(SV I, 175 – 28 Nopember1632)


Cara hidup misionaris
“Cara hidup misionaris merupakan cara hidup yang sesuai dengan amanat injil yaitu meninggalkan dan melepaskan segala-galanya,seperti para rasul, untuk mengikuti Yesus Kristus dan melakukan sesuai dengan teladanNya apa yang baik.”
(DBSV V, 1)


Sesuai dengan Yesus
“Marilah menghayati semnagat Yesus agar bias meneladani tindakanNya karena tidak cukuplah berbuat baik, tetapi perlu melakukannya dengan baik sesuai dengan teladan Yesus.”
(DBSV V, 68)


Mengasihi Yesus secara Efektif
“Ada dua macam kasih, yaitu kasih afektif dan kasih efektif. Kasih efektif berarti melakukan hal-hal yang diperintahkan atau diharapkan oleh pribadi yang dikasihi… mengasihi Tuhan Yesus secara efektif bukan berarti hanya mengikuti ajaran-ajaran dan pesan-pesan Tuhan Yesus, tetapi juga mengajak dunia mengajak dan mengasihi Tuhan Yesus.”
(DBSV V,55)


Berbahagialah yang mengabdi Kristus
“Sungguh berbahagialah mereka yang mencurahkan seluruh hidup demi pengabdian kepada Tuhan kita Yesus Kristus, seperti dia juga telah mencurahkan hidupNya demi keselamatan manusia.”
(DBSV I, 182 – SV VII, 131-19 April 1658)


Kebahagiaan yang Besar
“Oh! Betapa besar kebahagiaan kita bila kita senantioasa menyenangkan Allah , bila apa saja yang kita lakuan kita kerjakan demi kasih epada Allah dan untuk berkenan kepadaNya.”
(DBSV V, 237 – 30 April 1655)

Hanya untuk kemuliaan Allah
“Dalam segala kegiatan berjuanglah hanya untuk mencari kemuliaan Allah dan menyenangkan dia.”
(DBSV III, 164 – SV VIII, 318 – 9 Juli 1660)


Carilah Allah dalam segala kegiatan
“Carilah Allah dalam segala kegiatan dan jangan rasgu-ragu.”
(DBSV III, 11 – SV VI, 497 – 29 September 1657)


Hanya karena kasih
“Marilah mencintai Allah, sekali lagi marilah mencintai Allah… tatapi dengan mencucurkan keringat dan dengan menyisingkan lengan baju.”
(SV XI, 40)


Tidak melakukan apa – apa kecuali mengasihi
“sungguh baik kalau kita tidak melakukan apa-apa kecuali mengasihi. Dengan demikian kita melakukan sekaligus segala keutamaan dan menyatu dengan Yesus Kristus ,sambil bekerja sama dengan dia demi keselamatan dan penghiburan orang-orang miskin.”
(DBSV III, 140-SV VIII, 162- 8 Nopember 1659)


Rahasia hidup rohani
“Sungguh inilah rahasia hidup rohani yaitu meninggalkan segala sesuatu yang kita cintai dan menyerahkan diri kita sendiri kepada kehendakNya dengan keyakinan mutlak bahwa dalam segala hal akan terjadi yang terbaik.”
(DBSV III, 145-SV VIII, 225-3 maret 1660)


Kebahagiaan dan kebijaksanaan sejati
“Kebahagiaan kita sepenuhnya terletak dalam pelaksanaan kehendak Allah dan kebijaksanaan yang sejati ialah tidak mengharapkan apa-apa kecuali apa yang dia kehendaki.”
(DBSV IV, 168-21 desember 1651 – SV IV, 289)


Cara mudah menjadi kudus
“Oh, betapa mudah untuk menjadi sangat kudus yaitu melakukan kehendak Allah dalam segala hal.”
(SV II, 36)



Berbahagialah…
“Berbahagialah orang yang menghendaki apa yang dikehendaki Tuhan, orang yang bertindak hanya kalau Penyelenggaraan Ilahi memberi kesempatan, orang yang hanya memiliki apa yang tuhan berikan kepadanya berdasarkan kebijaksanaanNya.”
(SV III, 188 – 10 mei 1647)


Tunduk kepada kehendak Allah
“Kalian harus tunduk kepada kehendak Allah dan merasa damai, dengan harapan bahwa segalanya akan berjalan dengan baik. Karena biasanya karya Allah akan memperoleh hasil yang baik justru dalam hal yang tidak memberi kepuasan kepada kita.”
(DBSV III, 164 – SV VIII, 317 – 9 Juli 1660)


Bukan untuk mengabdi keinginan anda sendiri
“Anda tidak menyerahkan diri kepada Allah untuk mengabdi keinginan anda, melainkan untuk tunduk kepada kehendakNya.”
(DBSV I, 158 – SV VI, 129 – 12 November 1656)


Tidak semua keinginan baik berasal dari Roh Kudus
“Tidak semua keinginan, betapapun baik berasal dari Roh Kudus.”
(DBSV I, 158 – SV VI, 129 – 12 November 1656)


Keinginan yang berasal dari Tuhan
“Keinginan-keinginan yang berasal dari Tuhan itu lembut dan membiarkan hati tetap tenang; sebaliknya gejolak yang datang dari roh jahat itu membuat hati bergelora dan tidak tenang.”
(SV VII, 418 – 27 Desember 1658)



Kerajaan Allah dalam hati yang damai
Kerajaan allah adalah damai dalam Roh Kudus; Dia akan meraja dalam diri anda bila hati anda tetap damai.”
(SV I, 114)

Janganlah tergesa-gesa
Dalam hal mewujudkan suatu rencana penting, janganlah tergesa-gesa,”sampai ada tanda yang jelas bahwa Tuhan menghendakinya.”
(SV I , 113 )


Memasrahkan diri kepada Allah dalam segala situasi
“Kita harus memasrahkan diri kepada Allah dalam segala situasi dan berharap agar kehendaknya terlaksana.”
(DBSV III, 39 – SV IV, 280 – 29 Nopember 1651)


Siap siaga menghadapi segala kemungkinan
“Kita harus menyesuaikan diri dengan kehendak Allah baik dalam situasi yang merepotkan maupun situasi yang menyenangkan yang terus saling berganti. Karena itu dari kita dibutuhkan sikap siap siaga untuk segalanya dan sikap tidak terikat sama sekali pada diri kita sendiri.”
(DBSV III, 39 – SV IV, 280 – 29 Nopember 1651)


Menghayati kehadiran Allah
“Kesadaran akan kehadiran Allah akan membantu kalian untuk menunaikan segala kewajiban setiap hari… untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal.”
(DBSV III, 19 – SV IV, 162 – 18 Maret 1651)


Bersikap lepas bebas
“Marilah kita bersikap lepas bebas dan memberi waktu kepada Tuhan untuk menunjukkan kehendaknya… karena makin kecil peranan kita makin besarlah perananNya.”
(SV V, 534-30 Januari1656)


Ketekunan, kesabaran dan Do’a
“Tuhan sering menangguhkan suatu niat yang suci bagi mereka yang berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Ini dilakukannya agar mereka akhirnya memperoleh hasil yang baik melalui pekerjaan yang tekun melalui kesabaran dan doa.”
(SV III, 627 – 25 Maret 1650)


Keinginan yang disertai sikap pasrah
“Meskipun Tuhan mengulur waktu namun dia akan menunjukkan bahwa dia merestui keinginan kita asalkan keinginan itu disertai dengan sikap pasrah kepada kehendakNya.”
(SV III, 627 – 25 Maret 1650)


Mengikuti penyelenggaraan Ilahi
“Betapa besar harta tersembunyi yang ada dalam penyelenggaraan Ilahi dan betapa Tuhan kita dimuliakan oleh mereka yang mengikutinya.”
(SV I , 68)



Janganlah tergesa untuk memutuskan dan bertindak
“pertimbangkan segalanya dihadapan Tuhan… manfaatkan waktu untuk menimbang-nimbang dengan matang… dan ikuti langkah demi langkah Penyelenggaraan Ilahi.”
(SV II, 206-208 – 7 Desember)


Menanti panggilan Penyelengaraan Ilahi
“Supaya bias melangkah dengan mantab kita harus menunggu panggilan Penyelenggaraan Ilahi dan mengikutiNya.”
(SV III , 545 – 14 februari 1650)


Biarkanlah Tuhan berkarya
“Kita harus pasrah kepada Tuhan dalam segala TindakanNya dan siap menerima segala kemungkinan… Biarkanlah Tuhan berkarya. Dia akan menyelesaikan segalanya tanpa kita ikut memikirkannya.”
(SV V, 24 – 10 Oktober 1653)


Uluran tangan Allah mulai bekerja
“Dimana sarana-sarana manusiawi tak berdaya, disitulah uluran tangan Allah mulai bekerja.”
(DBSV IV, 183 – SV IV, 328 – 1 Maret 1652)


Tuhan menolong pada saat yang tepat
“Tuhan tidak lalai menolong kita pada saat yang tepat yaitu setelah dari pihak kita sendiri melakukan apa yang mungkin kita lakukan.”
(DBSV III, 136 – SV VII, 547 – 14 Mei 1659)


Keberhasilah karya Tuhan
“Karya tuhan berhasil bukan pada saat yang kita harapkan melainkan pada saat yang Dia kehendaki.”
(SV III, 626 – 25 Maret 1650)


Relakan diri dituntun oleh Allah
“Jangan sampai anda mengambil kembali apa yang sudah anda berikan kepada Allah. Relakanlah diri anda untuk dibimbing dan anda akan dituntun oleh Allah sendiri.”
(DBSV I, 217 – SV VII, 573 – 28 Mei 1659)






Percaya kepada bimbingan Allah dan siap menghadapi kesulitan.
“Percayalah secara penuh kepada bimbingan Allah dan siapkanlah diri kalian untuk menghadapi segala macam kejadian agar dapat memanfaatkan dengan baik kejadian-kejadian yang mempersulit kalian.”
(SV IV, 290 – 21 desember 1651)




Allah memberikan yang terbaik
“Apa yang Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik bagi kita, meskipun tidak menyenangkan kodrat kita dan bertentangan dengan harapa kita.”
(DBSV III, 114 – SV VII, 241 – 24 Agustus 1658)


Bertekun dalam kebaikan dan bersabar dalam percobaan
“Seringkali Allah mau membangun kebaikan-kebaikan yang kokoh diatas kesabaran mereka yang sedang mengusahakan kebaikan itu, dan untuk itu Dia menguji mereka dengan aneka percobaan.”
(SV IV, 290 – 21 Desember 1651)


Terarah pada pelayanan bagi masyarakat
“kita harus menjadi sepenuhnya milik Tuha n dan sekaligus terarah pada pelayanan bagi masyarakat. Demi tujuan ini kita harus menyerahkan diri kepada tuhan, menghabiskan diri , memberika hidup kita. Biatr kita telanjang , bila dapat dikatakan demikian agar orang lain memperoleh pakaian.”
(DBSV I, 3-SV XI, 402 – 17 Juni 1657)


Berjiwa Kristiani
“Tidak ada yang lebih berjiwa kristiani daripada pergi dari desa ke desa untuk menolong masyarakat miskin dalam usaha mencari keselamatan.”
(DBSV V,1)


Tindakan kasih yang paling agung
“apakah ada tindakan kasih yang lebih agung daripada memberikan diri secara total untuk orang-orang yang mengalami kesusahan dan meringankan penderitaan mereka?”
(DBSV III, 121 – SV VII, 383 – 24 Nopember 1658)

Semangat belas kasih
“dipenuhi dengan semangat belas kasih… kita memiliki kewajiban untuk melayani orang-orang yang paling papa, orang-orang yang paling terabaikan dan yang paling dibebani.oleh kesusahan baik jasmani maupun rohani.”(DBSV V,104)
Kewajiban semua untuk melayani orang miskin
“Jangan mengira bahwa kalian luput dari kewajiban berkarya demi keselamatan orang-orang miskin karena kalian juga dapat melakukannya sesuai dengan keadaan kalian.”
(DBSV V, 185)


Jangan bersikap diskriminatif
“jangan memperlakukan orang dengan sikap membeda-bedakan orang miskin harus kita layani seperti orang kaya, malah dengan perhatian yang lebih besar , karena sikap ini lebih sesuai dengan cara hidup Yesus didunia.”
(DBSV V,22)


Layanilah orang miskin dengan sebaik mungkin
“Hendaknya kalian melayani orang miskin dengan sebaik mungkin dan selanjutnya serahkanlah segalanya kepada kebaikan Allah.”
(DBSV III, 114 – SV VII, 242 – 24 Agustus 1658)


Siapapun orang miskin yang membutuhkan pertolongan
“anda memiliki panggilan yang mewajibkan anda untuk menolong tanpa membeda-bedakan segala macam orang, entah laki-laki, perempuan atau anak-anak, pokoknya semua orang miskin yang membutuhkan pertolongan anda.”
(DC, 1028)


Allah telah memilih orang miskin
“Allah telah memilih orang-orang miskin itu untuk menjadikan mereka kaya dalam iman.”
(SV 25 Januari 1643)


Misit me evangelizare pauperibus
“Tuhan kita Yesus Kristus telah datang ke dunia dengan tujuan utama membantu orang-orang miskin dan mendampingi mereka. Misit me evangelizare pauperibus.”
(DBSV V, 148)


Gunanya belajar atau sekolah
“Studi akan menjadi sarana bagi kita untuk menuju allah… dan akan meningkatkan kemampuan kita untuk menghasilkan buah bagi sesama.”
(DBSV V,35)




Nasihat bagi yang sedang belajar
“belajar hendaklah menjadi pekerjaan yang paling penting bagi anda, selain berusaha untuk semakin berkenan kepada Tuhan dengan menjalankan keutamaan-keutamaanNya.”
(DBSV I, 219-SV VII, 624-28 Juni 1659)


Belajar secara wajar
“Hendaknya belajar secara wajar, hanya terdorong oleh keinginan untuk memperoleh pengetahuan yang berguna bagi kita sesuai dengan status kita”
(DBSV V,174)


Kasih dan pengetahuan harus berjalan seiring
“Hendaknya belajar dengan cara tertentu sehingga kasih dapat mengimbangi pengetahuan… dengan cara itu mencapai kesucian dan pengetahuan yang kokoh.”
(DBSV V,175)


Bertumbuh dari hari ke hari
“Hendaknya anda terus berjuang untuk menghayati keutamaan-keutamaan dan untuk bertumbuh dari hari ke hari dalam kasih dan dalam usaha meneladani Tuhan kita.”
(DBSV III, 76 – SV VI, 42-25 Juli 1656)


Membaca buku yang baik
“kita harus berusaha memperkaya jiwa kita dengan semangat rohani sama seperti dengan ilmu dan untuk itu hendaknya kita membaca buku-buku yang baik dan berguna.”
(DBSV V,35)


Kuasailah ilmu tapi jangan sombong
“Ilmu memang dibutuhkan… dan celakalah mereka yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik! Tetapi kita harus sangat berhati-hati karena pengetahuan menjdikan orang sombong.”
(DBSV V,175)