Jumat, 22 Mei 2009

DISCOVERING GOD


Menemukan Tuhan dalam Kepramukaan Sejati
Latar Belakang :
Periode abab ke 21 dunia ini membawa peradaban yang menuntut manusia berpola pikir kritis, sehingga dapat membedakan tawaran positif ataupun negatif demi berkembangnya peradaban itu sendiri. Nilai –nilai sosial mulai dikaburkan oleh makluk Tuhan yang luhur ini, relasi lebih bersifat fungsional dan habitat manusia yang dimanusiakan mulai ditinggal demi keegoan diri. Manusia mulai kehilangan jati diri, arah perjalanan hidup hanya karir dan perjuangan – perjuangan semu. Padahal dalam pesan terakhir tokoh kepanduan dunia Robert Stevenson Smith Baden Powell mengatakan :
”Saya yakin, Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia dan bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan , ataupun dari kesenangan bagi diri sendiri. Jalan menuju kebahagiaan ialah membuat dirimu lahir dan batin sehat dan kuat pada waktu kamu masih kanak-kanak. Sehingga kamu berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup, jika kamu kelak telah dewasa, jalan nyata untuk menuju kebahagiaan ialah membahagiakan orang lain, dan bila giliranmu untuk meninggal maka kamu akan meninggal dengan puas...( Pesan terakhir B.P. 8 /01/ 1941 ) Hal ini juga tersurat dalam Ucapan Bahagia Yesus saat kotbah di Bukit bersama para murid-Nya ( Mat 5 : 1- 12 ). Bagaimana Yesus sebagai Gembala Agung mengajak para murid-Nya agar para murid mau mewartakan ajaran-Nya demi kebahagian mereka dan sesama. Kita sebagai pembina Pramuka yang juga notabene murid Yesus , so guys…what you have done for Him?
Kalau aku menabur pikiran, aku akan menuai perbuatan.
Kalau aku menabur perbuatan, aku akan menuai kebiasaan.
Kalau aku menabur kebiasaan,aku akan menuai karakter.
Ketika aku menabur karakter,aku sedang mengukir takdir.
Samuel Smiles

Permasalahan :
Dalam arus pola pelatihan dan pendampingan bagi peridukan/ regu dalam wadah kepramukaan hendaknya semakin memerdekakan dan membawa ke arah positif yang bermuara pada keselamatan jiwa anak didik serta menjunjung tinggi harkat dan martabatnya sebagai manusia yang berbudi luhur
Tugas seorang pembina pramuka adalah :
Sebagai pelayan yang bertanggung jawab atas proses kedewasaan dan kemandirian anak didiknya yang harus kita pertanggungjawabkan di mata Allah Sang Pencipta.
Dalam pendampingan di era persaingan global dan kemajuan Iptek ini, seorang pembina pramuka harus benar-benar menyelami jiwa anak didik, dan apa yang harus kita perbuat sehingga mengarah pada proses pendewasaan yang bertanggungjawab.
Program pendampingan disesuaikan dengan visi, misi yang telah ditetapkan oleh lembaga masing-masing, dan tingkat perkembangan anak didik, ( siaga/penggalang) maka perlu adanya pendekatan hati dalam setiap kegiatan dan bagaimana agar kita dapat membawa anak didik untuk dapat menemukan Tuhan . ( Discovering God )

INCARNATIONAL EVANGELIZATION
Sebuah kabar gembira tentang kepribadian Tuhan Yesus, dalam kata-kata dan perbuatan mendorong pembentukan sebuah kepercayaan yang mengarah pada anak didik untuk bertemu dengan Allah dalam konteks kehidupan dan dalam kehidupan orang lain, yang ada di masyarakat realistis.

LIBERATIVE DIMENSION
Panggilan iman anak didik ke arah solidaritas dan ungkapan kasih bagi orang miskin. Berharap membawa anak didik untuk bekerja berdampingan dengan masyarakat miskin dalam perjuangannya untuk membebaskan dari situasi yang menyesakkan.

INCLUSIVE DIMENSION
Berpusat pada iman kristiani yang bertujuan untuk pengembangan pribadi anak didik dalam pengertian dan tingkah laku menuju manusia baru, agar dapat hidup secara seimbang dalam komunitasnya.

INCULTURATED DIMENSION
Keimanan anak didik yang dapat menyebarkan kabar gembira dengan “ perilaku, tutur kata, metode dan ekspresi”. Dalam hal ini dibutuhkan panggilan iman anak didik dalam konteks dan keadaan kehidupannya dalam lingkup sosial.

REIGN / KINGDOM FOCUSED DIMENSION
Penghayatan iman dengan mengembangkan kesadaran yang teguh dari anak didik dalam memusatkan kekuasaan Tuhan pada kehidupan Kristiani.

Dalam pendampingan kepada anak didiknya ( siaga/penggalang ) Para pembina
( yanda, bunda, pakcik, bucik, ataupun kakak Pembina dengan segala materi yang ada dapat menggunakan 3 metode Discovering God, yaitu :
1. SEE : melihat
2. JUDGE : menilai
3. ACT : bertindak

Melihat : Menganalisa pengalaman sosial yang ada di masyarakat dengan mencoba mengerti artinya dan menemukan struktur permasalahan untuk mengidentifikasi masalah.

Menilai : Analisa yang direfleksikan secara hati-hati dan bersumber pada cahaya Injil dan tradisi Kristiani.
Langkah ini menunjukkan kerja Tuhan dalam kehidupan dan perjuangan kaum miskin bagaimana Yesus merespon tangisan kaum miskin dan peluang bagi pengikut Yesus.

Bertindak: Refleksi yang terkonsentrasi dalam tindakan yang sesuai dengan pesan Yesus dalam kehidupan Kristiani . ( merefleksikan apa yang sudah dikerjakan dan mengerjakan apa yang sudah direfleksikan )

Bagaimana kita sebagai Pembina Pramuka yang berpangkalan di Sekolah Katolik yang berkarakter Vincentian ?

Kepribadian pokok Vincentian ialah mewartakan Injil keselamatan yang integral kepada orang miskin dan dalam segala aktifitas program gugus depan. Kepribadian pokok inilah yang menjadi spiritualitas vincentian sebagaimana yang diteladankan Santo Vincentius dan para pendiri tarekat dan organisasi vincentian .Bagaimana anak didik dapat memiliki karakter yang membuatnya semakin manusia dan bagaimana kita satu sama lain dapat saling membantu agar menjadi manusia utuh. Tugas ini yang harus kita emban selaku pembina pramuka, sehingga program apa yang harus kita lakukan yang pada era terdahulu lebih dikenal sebagai pramuka peduli.

Mungkin kadang-kadang kita menggerakkan anak didik kita mengumpulkan dana untuk membantu orang miskin atau kurban bencana. Cukupkah ini ? Sudahkan kita menanamkan nilai karakter vincentian kepada anak didik sejak dini, melalui pesta siaga, temu galang, persami, atau sejenisnya ? Pembina pramuka yang mengedepankan nilai vincentian hendaknya berfikir lebih jauh akan pananaman nilai.( caracter building ) Atau mungkin kita beranggapan sudah ada yang berusaha memikirkan penanaman nilai-nilai vincentian ini, sehingga kita EGP.
Gugus Depan yang berpangkalan di Sekolah Katolik dengan karakter vincentian haruslah memiliki nilai beda, janganlah orang beranggapan kita sebagai pembina hanya mengajar tepuk suka cita, ataupun tali temali yang membuat anak didik berimajinasi negatif...Akhirnya Roh Vincentius dan Louisa harus ada dalam setiap kegiatan kepramukaan kita , sebagai keseimbangan intelektual yang kompetitif dan ayo kita bawa anak didik kita menuju peradaban yang membuat Guru Agung kita senyum dan tertawa lebar. ( epilog : kita akan berbahagia bila di Surga kita berjumpa dengan orang-orang yang kita selamatkan. It was well, it is well, it will be well )

God Luck


Terinspirasi dari :

1. DC Christian Living Series
Kindergarten “ Discovering God :
2. DC Christian Living Series
Grade Six “ Sharing In Jesus Mission”
3. Forum Pendidikan Vincentian oleh Rm Sad Budi, CM
4. Pesan Baden Powell yang terakhir
5. Penuntun doa dan meditasi oleh Th .Aq.M. Rachadi Widagdo, Pr
( *) Ketua pembiasaan vincentian yayasan St Louisa

3 komentar:

Yang Kung mengatakan...

ya...ya...ya....Tuhan bisa kita temukan dimana-mana Tidak hanya disorga,bahkan ditempat kumuhpun ada.Malahan kata Vinsensius kepada orang-orang :"BILA KITA SEDANG BERDOA,DAN ADA KEBUTUHAN MENDESAK DARI ORANG MISKIN,KITA TAK PERLU RAGU UNTUK SEGERA PERGI MELAYANINYA,KARENA DNG MENINGGALKAN TUHAN DLM DOA,KITA AKAN MENJUMPAI TUHAN DALAM DIRI ORANG MISKIN"

salam kasih sahabat di Kediri.

SDK Santo Vincentius mengatakan...

ayo kita ajak anak-anak kita menemukan Tuhan, melalui tindakan kita..amin

mas Handrie mengatakan...

Pak Thomas.....mana janji sosialsasi orang tua kelas 4 dan 5 kemaren....
katanya bisa di downlud.....
(ortu siswa)